Harta Kekayaan KSAD Andika Perkasa Capai Rp 179 Miliar

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 02 Jul 2021 10:57 WIB
KSAD Jenderal Andika Perkasa Buka suara terkait penyerangan Polsek Ciracas, Jaktim. Ia akan ambil langkah tegas pada anggotanya yang terlibat penyerangan itu.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Andika Perkasa tercatat memiliki kekayaan senilai Rp 179,9 miliar. Harta tersebut tertera dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dia laporkan 20 Juni 2021.

Andika memiliki kekayaan berupa tanah dan bangunan senilai Rp 38.164.250.000, tersebar di Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Sleman, Cianjur, Surabaya, Bogor, Tabanan, Bandar Lampung, dan Bantul. Adapula yang beralamat di Australia dan Amerika Serikat.

Dirinya juga memiliki mobil Landrover Sport 3.0 V 6 tahun 2014 senilai Rp. 800 juta, dan mobil Mercedes Benz Sprinter 315 tahun 2018 senilai Rp. 1,8 miliar.

Ada juga harta bergerak lainnya yang dimiliki Andika senilai Rp 10,1 miliar, surat berharga Rp 2.146.000.000, serta kas dan setara kas Rp 126.985.922.019.

Baru-baru ini, Jenderal Andika Perkasa menyentil para komandan komando distrik militer (Dandim) yang bertubuh gembrot dengan cara santai.

KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa, dalam acara Apel Danrem-Dandim Terpusat Tahun 2020, mulanya memanggil Kapushubdar Letjen TNI Wahyu Agung dan Pangdam IX/Udayana Letjen TNI Kurnia Dewantara. Andika memuji dua perwira tersebut karena berumur 57 dan 58 tahun, tapi memiliki tubuh yang bagus. Andika Kemudian meminta para Dandim bertubuh gemuk untuk ke depan.

"Coba siapa yang gembrot, para Pangdam. Ada Dandim yang gembrot nggak? Suruh sini," ujar Andika dalam akun YouTube resmi TNI AD, Selasa (29/6/2021).

Andika mengaku khawatir dengan kondisi anggota TNI AD yang memiliki berat badan berlebih. Menurutnya, kondisi itu tidak ideal dan rentan terkena penyakit. Andika menyebut data pada 2020 ada 539 anggota TNI AD meninggal karena sakit. Hanya sebagian kecil yang meninggal karena COVID-19.

"Dari 539 itu, yang sakit plus COVID, 58. Jadi sebetulnya, 500-an ya sakit berat. Sakit berat itu ada diabetes, ada gagal ginjal, jantung, stroke. Itu semua sebetulnya bisa kita jaga," katanya.

Lihat juga Video: KSAD Andika Akan Selidiki Prajurit Kopassus yang Dikeroyok OTK

[Gambas:Video 20detik]



(toy/fdl)