Ada Bansos Rp 300 Ribu/Bulan Selama PPKM Darurat, Cukup Nggak?

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 02 Jul 2021 12:45 WIB
Ilustrasi THR
Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Kementerian Sosial (Kemensos) memperpanjang penyaluran bantuan sosial (bansos) tunai Rp 300.000/bulan selama ada PPKM Darurat yang berlaku 3-20 Juli 2021. Bantuan disalurkan paling lambat pekan depan sebesar Rp 600.000/bulan (untuk Mei-Juni).

"BST akan disalurkan untuk bulan Mei dan Juni, setelah sebelumnya berhenti di April. Kita berharap pekan ini atau paling lambat pekan depan bansos ini dapat tersalur. Warga akan menerima Rp 600.000 sekaligus (untuk Mei-Juni), tapi saya minta jangan diijonkan dan hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok saja" ujar Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam keterangan tertulis, Jumat (2/7/2021).

Bansos sebesar Rp 300.000/bulan itu pun dinilai tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang sudah berkeluarga. Dampaknya bisa jadi mereka akan tetap mencari uang di luar dan melanggar aturan PPKM Darurat.

"Rp 300.000 per keluarga selama, katakan 15 hari, atau 20.000 per hari, per keluarga? Kalau ini untuk satu bulan, pasti tidak cukup. Kalau tidak cukup mereka pasti akan cari uang dan kemungkinan Melanggar PPKM," kata Director Political Economy & Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, Jumat (2/7/2021).

Hal yang sama juga dikatakan oleh Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah. Menurutnya, bansos itu tidak akan pernah cukup memenuhi kebutuhan hidup masyarakat karena sifatnya hanya bantuan.

"Bansos memang tidak akan pernah cukup, tapi harus dicukupkan karena itu sifatnya hanya bantuan," tuturnya.

Meskipun bansos tunai itu niatnya diberikan hanya untuk membeli kebutuhan pokok, tetap saja dinilai akan kurang. Pasalnya harga kebutuhan pokok masyarakat di tengah pandemi COVID-19 ini sangat tinggi.

"Meskipun hanya dibelanjakan untuk kebutuhan pokok seperti yang dikatakan Bu Mensos, bisa jadi tetap akan kurang mengingat harga barang yang juga semakin meningkat. Apalagi seperti kuota internet saat ini telah jadi kebutuhan yang harus terpenuhi agar anak-anak bisa lancar bersekolah daring," kata Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho.

Meski begitu, untuk menilai bansos tunai cukup atau tidak tergantung dari kebutuhan jumlah orang di setiap keluarga. Semakin banyak orang dalam keluarga itu, semakin banyak pula kebutuhan yang harus ditanggung.

"Menurut saya apa yang dilakukan oleh pemerintah sudah tepat, namun nominalnya yang ditambah sesuai angka standar kehidupan yang layak di tiap daerah," sarannya.

Lihat Video: PPKM Darurat, Pemerintah Gelontorkan Rp 6,1 T Bansos Tunai

[Gambas:Video 20detik]



(aid/ara)