Selain Tanah Abang, Pasar Cipulir Juga Ditutup Selama PPKM Darurat

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 02 Jul 2021 16:29 WIB
Para pedagang baju beraktifitas di Pasar Cipulir, Selasa (13/12/2016). Mereka menyatakan tidak terganggu atas maraknya online shop. Sebab, sebagian penjual online shop masih mengambil barang dari pedagang offline seperti dari Pasar Cipulir ini. (Ari Saputra/detikcom)
Pasar Cipulir/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Pasar Grosir Cipulir, Jakarta Selatan ikut mengalami dampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Selama 3-20 Juli 2021, pasar tersebut ditutup.

"Jadi sesuai dengan waktu pemberlakuan PPKM (darurat) maka sejumlah pasar akan kita tutup yaitu Pasar Cipulir, Pasar Tanah Abang Blok A,B,F. Untuk Blok G hanya yang menjual kebutuhan pangan saja yang tetap buka dengan kapasitas maksimal 50%," ujar Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin dalam keterangan tertulis, Jumat (2/7/2021).

Selain itu, waktu tutup pasar lainnya yang ada di DKI Jakarta juga akan mengalami perubahan waktu. Seluruh pasar akan tutup sesuai dengan aturan dari pemerintah setiap harinya selama batas waktu PPKM darurat.

"Untuk aktivitas pedagang kaki lima yang berada di area pasar yang berjualan di malam hari kami persyaratkan semuanya belanja dengan sistem take away termasuk yang berdagang makanan dan minuman tidak boleh dilayani di tempat," tuturnya.

Hanya di Pasar Induk Kramat Jati saja yang tidak akan mengalami perubahan waktu operasional. Mengingat tempat tersebut adalah pusat pasar di Jakarta yang mendistribusikan berbagai kebutuhan sayur mayur, buah-buahan dan berbagai kebutuhan lainnya.

"Pasar Induk Kramat Jati itu tetap beroperasi normal mengingat adalah pusat kebutuhan berbagai pangan masyarakat, hanya walau operasi seperti biasa, petugas akan tetap melakukan monitoring agar tetap mengikuti protokol kesehatan," imbuhnya.

Arief mengimbau kepada pengunjung yang akan masuk ke dalam pasar agar selalu memperhatikan protokol kesehatan. Mengingat pasar harus tetap dibuka karena menjadi tempat warga untuk mendapatkan kebutuhan pangan sehari-hari.

"Kita selalu meminta kepada pengunjung agar selalu memperhatikan betul protokol kesehatan, salah satunya dengan cukup di take away saja segala kebutuhan yang akan dibeli dan selalu menggunakan masker dan menjaga jarak," tuturnya.

Tim di pasar akan melakukan koordinasi dengan ketua satgas COVID-19 di masing-masing wilayah sesuai lokasi pasar. Mereka akan terus melakukan evaluasi pelaksanaan penetapan protap kesehatan di dalam pasar.

Bagi masyarakat yang ingin belanja secara online, Pasar Jaya menyiapkan pilihan belanja online yang kerjasama dengan sejumlah marketplace. Masyarakat bisa mengakses berbagai layanan belanja online seperti Shopee, Go mart, Grab, Tokopedia dan Toko IG. Dengan begitu masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan barangnya tanpa harus ke pasar.

(aid/ara)