KEK Galang Batang Diharap Jadi Mesin Pemulihan Ekonomi Usai Krisis

Yudistira Perdana Imandiar - detikFinance
Jumat, 02 Jul 2021 21:17 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Sebanyak 70 ribu ton Smelter Grade Alumina (SGA) dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang diekspor untuk kali pertama ke Malaysia. Nilai ekspor tersebut menyentuh US$ 21 juta.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan ekspor perdana 70 ribu ton SGA ini merupakan bagian dari target ekspor tahun pertama sebesar 1 juta ton/tahun dengan nilai ekspor US$ 300 USD. Target ekspor akan ditingkatkan pada tahun kedua menjadi 2 juta ton/tahun dengan nilai ekspor sebesar US$ 600 juta .

"Saya harapkan langkah ekspor KEK Galang Batang ini dapat dijadikan contoh bagi KEK lain di Tanah Air," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Jumat (2/7/2021).

Saat hadir secara virtual dalam pelepasan ekspor perdana SGA KEK Galang Batang di Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Airlangga menambahkan ke depannya KEK Galang Batang diharapkan mampu memberikan dampak bagi perekonomian nasional, melalui penurunan impor produk alumina karena sudah bisa diproduksi di dalam negeri. Penggunaan tenaga lokal di KEK Galang Batang juga diprioritaskan, supaya manfaat dari KEK dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

Menurut Airlangga, keberhasilan KEK tidak terlepas dari dukungan semua pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah. Pemda, kata Mantan Menteri Perindustrian ini, diharapkan dapat terus mendukung pengembangan KEK, khususnya terkait dengan perizinan daerah serta insentif pajak daerah dan retribusi daerah sesuai amanat UU Cipta Kerja.

Airlangga menjelaskan KEK Galang Batang akan fokus pada industri manufaktur modern, seperti industri hilirisasi bauksit, industri ringan, dan logistik modern yang ramah lingkungan. KEK tersebut memiliki lokasi geografis yang dinilai sangat baik untuk berintegrasi ke dalam rantai pasok industri global.

Sampai saat ini, KEK Galang Batang menyedot investasi Rp 14 triliun. Realisasi investasinya ditargetkan mencapai Rp 36 triliun di tahun 2025.

"Sekali lagi kita bangsa Indonesia menaruh harapan bahwa KEK mampu menjadi mesin pemulihan ekonomi nasional untuk bangkit dari dampak pandemi COVID-19 dan sekaligus menjadi instrumen pendorong daya saing Indonesia di tengah arah ekonomi global pasca krisis," ungkap Airlangga.

Sebagai informasi, Pelepasan ekspor perdana SGA dari KEK Galang Batang dihadiri secara luring dan daring oleh Menteri Perindustrian, Gubernur Kepulauan Riau, Bupati Bintan, Para pejabat eselon I Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan.

Lalu ada pejabat eselon I Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS, dan Kementerian Investasi, Sekretaris Dewan Nasional KEK, Ketua I DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Direktur Utama PT Bintan Alumina Indonesia; dan Para Pimpinan Instansi di Wilayah Kepulauan Riau.

(ncm/hns)