Menengok Upaya BNI Majukan UMKM Sampai ke Pasar Internasional

Yudistira Imandiar - detikFinance
Senin, 05 Jul 2021 17:02 WIB
UMKM BNI
Foto: BNI
Jakarta -

Dalam perayaan ulang tahun ke-75, BNI menyiapkan berbagai program untuk mendukung UMKM agar terberdayakan dan tetap tangguh meski dalam tekanan pandemi. BNI secara aktif mendorong digitalisasi UMKM hingga dapat menembus pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke pasar internasional.

BNI mendorong UMKM binaan untuk memperluas jejaring pemasaran melalui platform online. UMKM difasilitasi untuk terhubung dengan sejumlah platform yang telah bermitra dengan BNI. Potensi akusisi UMKM dengan dukungan teknologi yang disasar BNI saat ini sebanyak 335.858 UMKM.

Rangkaian program UMKM BNI ini mendapatkan perhatian dari Menteri Koordinator Perekonomian RI Erlangga Hartarto.

"Saya mengapresiasi kiprah BNI yang terus berperan dan berkontribusi aktif secara langsung dalam proses pemulihan ekonomi nasional saat ini. Dukungannya mulai dari menjadi bank penyalur insentif program Kartu Pra Kerja dan meluncurkan program BNI UMKM Go Export untuk mendukung bisnis UMKM agar dapat berkiprah di pasar dunia merupakan beberapa bukti nyata dari partisipasi BNI untuk turut serta membangun negeri ini," ujarnya.

Dukungan untuk UMKM di sektor pertanian, BNI melaksanakan program smartfarming 4.0 sebagai upaya implementasi pertanian presisi dengan pemanfaatan teknologi digital. Program ini bertujuan meningkatkan produksi dengan proses budi daya yang semakin efektif.

Program smartfarming 4.0 telah berjalan di beberapa wilayah, antara lain Dairi-Sumatera Utara dengan komoditas kopi, Situbondo-Jawa Timur, Pasaman Barat-Sumatera Utara, Garut dan Sukabumi-Jawa Barat, serta Buleleng-Bali dengan komoditas padi dan hortikultura, dan yang terbaru di Buleleng, Bali.

BNI turut memfasilitasi UMKM binaannya untuk dapat mengakses pasar ekspor, sehingga UMKM mitra binaan BNI tidak kesulitan dalam mencari pasar untuk produknya. Memiliki kantor cabang di luar negeri menjadi salah satu kelebihan BNI dalam membantu UMKM mengakses pasar internasional.

Enterpreneur Heroes

Dukungan yang lainnya, BNI juga menggelar Entrepreneur Heroes dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke - 75. Kompetisi ini bertujuan mendorong pelaku usaha lebih berani tampil.

BNI Entrepreneur Heroes menjaring para pelaku UMKM yang berkontribusi pada kemaslahatan banyak orang. Program ini digelar sebagai apresiasi bagi UMKM yang berhasil mengembangkan usahanya dengan kreativitas dan inovasi, serta sukses mengangkat nilai-nilai positif yang tumbuh di masyarakat sekitarnya. Misalnya, UMKM ini membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitarnya atau produknya membantu banyak orang.

"Entrepreneur Heroes juga disiapkan untuk merangsang munculnya banyak wirausaha muda produktif dan konsisten meningkatkan nilai tambah, serta berinovasi tanpa henti untuk berjaya di pasar lokal dan sukses di pasar global atau mampu mengekspor," ungkap Direktur Bisnis UMKM BNI Muhammad Iqbal.

BNI juga mengucurkan modal usaha bagi para mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Para purna PMI yang baru merintis usaha dapat mengajukan pinjaman KUR Super Mikro, Mikro, dan KUR Kecil tanpa jaminan.

Sementara itu, bagi para Purna PMI yang telah memiliki usaha dan berjalan dalam 6 bulan lamanya, dapat memperoleh modal usaha dari BNI dengan plafon sampai Rp 500 juta.

"Sebagai salah satu dari Srikandi BNI, saya berharap dukungan ini dapat turut memajukan Perempuan Indonesia termasuk para PMI dan purna PMI. PMI dan purna PMI merupakan sekumpulan perempuan hebat yang layak disebut pahlawan tidak hanya bagi keluarga melainkan juga untuk negara. Srikandi BNI berkomitmen untuk menjadi support system bagi sesama perempuan Indonesia yang tetap bekerja dan berkarya di tengah pandemi COVID-19," kata Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati yang akrab disapa Susi.

(mul/ega)