Corona di India Bikin yang Kaya Makin Kaya-yang Miskin Makin Sengsara

Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 07 Jul 2021 09:25 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta Indonesia mencontoh penerapan penguncian wilayah (lockdown) yang diterapkan India dalam menangani lonjakan virus corona (Covid-19). Satunya menerapkan pembatasan pergerakan hingga lockdown lebih ketat.
Foto: Getty Images/Yawar Nazir
Jakarta -

Saat ini banyak masyarakat India yang tengah tertatih-tatih karena adanya kemerosotan ekonomi dan gelombang penyebaran virus corona yang semakin brutal. Menurut penelitian, hal ini membuat jutaan orang India masuk ke dalam garis kemiskinan.

Melansir dari CNN, Rabu (7/7/2021), ketika banyak orang-orang India berjuang untuk hidup dengan beberapa dolar sehari, orang-orang terkaya di negara tersebut menjadi lebih kaya dan lebih berpengaruh. Kekayaan gabungan mereka, para orang terkaya India, melonjak puluhan miliar dolar pada tahun lalu.

Hal ini seperti seperti yang dirasakan oleh seorang konglomerat pemilik Reliance Industries, Mukesh Ambani. Menurut Bloomberg Billionaires Index, kekayaan orang terkaya di India ini naik sekitar US$15 miliar lebih tinggi dibandingkan dengan setahun yang lalu. Sekarang kekayaan Mukesh Ambani bernilai lebih dari US$ 80 miliar atau sekitar Rp 1.160 triliun (dengan kurs Rp 14.500).

Selain Mukesh Ambani, tidak jauh di belakangnya terdapat pendiri Grup Adani, Gautam Adani. Kekayaan yang dimilikinya meroket sekitar US$13 miliar dibandingkan dengan tahun lalu. Kini Gautam Adani memiliki kekayaan senilai US$55 miliar atau setara dengan Rp 797,5 triliun. Kedua orang tersebut saat ini menjadi orang terkaya pertama dan keempat di Asia.

Sementara Ambani dan Adani terus menerus menjadi semakin kaya, sebagian besar warga di India tengah menghadapi gejolak ekonomi selama pandemi yang telah mengubah hidup mereka.

Namun uniknya, menurut sebuah Laporan Credit Suisse tentang kekayaan global yang dirilis pada Juni kemarin, pandemi malah membawa keuntungan kepada 1% orang terkaya di India. Ketika India memberlakukan pembatasan ketat pada perjalanan dan aktivitas bisnis untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, bagian kekayaan yang dipegang oleh 1% teratas negara naik menjadi 40,5% pada akhir tahun 2020.

Menurut seorang analisis dari Pew Research Center, jumlah masyarakat kelas menengah India telah menyusut sebanyak 32 juta orang sejak tahun lalu akibat dari perlambatan ekonomi.

"Sementara itu, jumlah orang miskin di India (dengan pendapatan US$ 2 atau kurang per hari) diperkirakan meningkat sebanyak 75 juta orang karena resesi Covid-19," tulis peneliti senior Pew Rakesh Kochhar dalam sebuah posting di bulan Maret.

Menurut para peneliti dari Universitas Azim Premji di negara bagian Karnataka, India, selama pandemi berlangsung terdapat sekitar 230 juta orang India jatuh ke dalam kemiskinan. Sebanyak 203 juta orang tersebut memiliki pendapatan kurang dari US$ 5 per hari atau setara dengan Rp 72.500, karena pandemi.

Para peneliti juga mengatakan bahwa banyak rumah tangga di India mengatasi guncangan ekonomi akibat pandemi dengan mengurangi asupan makanan, menjual aset, dan meminjam secara informal dari teman, kerabat, dan pemberi pinjaman uang.

"Berdasarkan 90 persen responden yang mengkhawatirkan, dilaporkan bahwa banyak rumah tangga mengalami pengurangan asupan makanan sebagai akibat dari penguncian," tulis para peneliti dalam laporan Mei yang meneliti dampak satu tahun Covid di India.

"Yang lebih mengkhawatirkan, 20 persen responden melaporkan bahwa asupan makanan mereka tidak membaik bahkan setelah enam bulan sehabis lockdown."

Lihat juga video 'Varian Delta Menggila, Warga Bangladesh Berjuang Cari Perawatan':

[Gambas:Video 20detik]



(zlf/zlf)