Ada PPKM Darurat, Perusahaan Logistik: Tak Ada Hambatan

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 07 Jul 2021 18:40 WIB
Pelayanan pengiriman logistik di tengah pandemi dan akhir tahun meningkat 85 persen. Hal itu terjadi seiring beralihnya masyarakat membeli produk e-commerce.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pemerintah telah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Pulau Jawa dan Bali. Meski terjadi pembatasan di beberapa ruas jalan, perusahaan logistik pastikan tidak ada hambatan pengiriman dan keterlambatan barang.

"Ini kita kan termasuk yang kritikal dan boleh beroperasi. Saya nggak lihat terjadi hambatan sama sekali di lapangan. Nggak ada hambatan. Saya tidak dengar dari teman-teman operasional kalau di lapangan", kata Presiden Direktur JNE, Mohammad Feriadi, kepada detikcom, Rabu (7/7/2021).

Untuk mengantisipasi hambatan dan keterlambatan, Feriadi mengungkap pihak terus mengoptimalkan semua jalur pengiriman baik jalur darat maupun udara untuk meminimalisir keluhan dari konsumen.

"Jadi kita sangat sangat berhati-hati sangat menjaga, SLE Service Level Agrement dengan costumer, kita minimize keluhan dari pelanggan. Maka saya mengoptimalkan semua jalur pengiriman kita," jelasnya.

Dihubungi terpisah, CEO J&T Express Robin Lo juga mengungkap saat ini tidak ada kendala dalam pengiriman barang selama PPKM Darurat. Karena pemerintah mengizinkan perusahaan logistik untuk beroperasi 100%. Pihaknya pun terus mengantisipasi jalur pengiriman agar tidak ada keterlambatan.

"Apabila ke depannya ada kendala dalam akses atau jalur pengiriman, kami tentunya akan siap dengan antisipasi jalur alternatif baik darat maupun udara. Saat ini J&T Express juga telah memiliki air freighter sendiri yang dapat digunakan secara maksimal," katanya.

Kemudian, Direktur Operasional & Jaringan PT. Citra Van Titipan Kilat (TIKI), Ahmad Ferwito senada dengan perusahaan logistik lainnya bahwa saat ini pengiriman barang berjalan normal dan tidak ada laporan keterlambatan. Pihaknya pun mengaku akan memaksimalkan pengiriman agar tidak terjadi penundaan atau penumpukan barang.

"Saat ini, pemberlakuan WFH dilakukan bagi karyawan back office. Operasional kami tetap berjalan seperti biasa. Kami akan memaksimalkan pengiriman kepada para pelanggan kami dan sebisa mungkin tidak sampai terjadi penundaan atau penumpukan barang," tandasnya.

(eds/eds)