Jadi Rebutan, Harga 'Susu Beruang' di Toko Online Masih Melambung

Siti Fatimah - detikFinance
Jumat, 09 Jul 2021 10:35 WIB
Susu Beruang Bear Brand Diborong, Kandungan Nutrisinya Sama dengan Susu Lain
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Bet_Noire
Jakarta -

'Susu beruang' Bear Brand laris manis di tengah lonjakan kasus COVID-19. Minuman ini tiba-tiba viral dari video yang diunggah di media sosial di mana memperlihatkan masyarakat tengah memperebutkan produk susu beruang Bear Brand.

Beragam mitos tentang susu beruang membuat produk ini jadi buruan di tengah lonjakan COVID-19. Stok langka di mana-mana, termasuk di supermarket dan toko swalayan lain.

Lalu bagaimana di toko online?

Permintaan akan susu Bear Brand ternyata sekaligus meningkatkan harga produk tersebut. Berdasarkan pemantauan detikcom di sejumlah e-commerce, harga susu Bear Brand banyak dijual sekitar Rp 12.500 - Rp 17.000 per kaleng. Padahal harga normal 'susu beruang' tersebut di bawah Rp 10.000 per kaleng.

Selain itu, ada juga beberapa yang menjual satu dus dengan isi 30 pcs susu kaleng. Harganya pun beragam dari kisaran Rp 395.000 sampai Rp 709.420 pun ada. Jika dihitung dengan harga Rp 395 ribu, maka harga satu kalengnya sudah sekitar Rp 13 ribu dan lebih tinggi dari harga normal per kaleng.

Perihal lonjakan harga di e-commerce tersebut, Direktur Corporate Affairs PT Nestlé Indonesia Debora R. Tjandrakusuma menegaskan, pihaknya tidak pernah melakukan kenaikan harga termasuk produk 'Susu Beruang'.

"Kami tidak melakukan kenaikan harga atas produk-produk kami termasuk produk susu Bear Brand, dan kami terus menerus memaksimalkan upaya kami untuk memasok produk susu Bear Brand kepada para konsumen," kata Debora yang dikutip Jumat, (9/7/2021).

Dia menuturkan, memang ada kenaikan harga di e-commerce untuk produk Bear Brand, tapi menurutnya, perusahaan tidak dapat menentukan harga jual akhir produk di konsumen. Dia memastikan, perusahaan akan berusaha semaksimal mungkin untuk memasok terus produk susu Bear Brand agar dapat memenuhi permintaan konsumen.

"Mengenai adanya kenaikan harga di e-commerce untuk produk-produk Bear Brand, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku khususnya peraturan persaingan usaha, kami tidak dapat menentukan harga jual akhir produk kami, dan yang dapat kami lakukan adalah berusaha semaksimal mungkin untuk memasok terus produk susu Bear Brand agar dapat memenuhi permintaan konsumen," ungkapnya.

(eds/eds)