Lebanon Bagai Neraka! Bensin Langka, Listrik Mati, Warga Teriak

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 09 Jul 2021 12:30 WIB
People on their scooters and motorcycles wait in queue for gasoline in Beirut, Lebanon, Friday in Beirut, Lebanon, Wednesday, June 23, 2021. Lebanon is struggling amid a 20-month-old economic and financial crisis that has led to shortages of fuel and basic goods like baby formula, medicine and spare parts. The crisis is rooted in decades of corruption and mismanagement by a post-civil war political class. (AP Photo/Hussein Malla)
Lebanon Bagai Neraka! Bensin Langka, Listrik Mati, Warga Teriak
Jakarta -

Lebanon sedang mengalami krisis ekonomi sangat parah. Hiperinflasi dan kelangkaan berbagai kebutuhan pokok membuat situasi di negara tersebut semakin tak tertahankan bagi warganya.

Dilansir dari CNN, Jumat (9/7/2021), Perdana Menteri sementara Lebanon Hassan Diab mengatakan negaranya mendekati ledakan sosial di tengah krisis ekonomi yang terus memburuk.

Krisis ekonomi Lebanon ini telah membuat mata uang kehilangan 90% dari nilainya, bank-bank membatasi penarikan dan transfer, hingga 77% rumah tangga tanpa cukup makanan. Dia mengimbau para pemimpin regional dan Internasional untuk membantu menyelamatkan Lebanon.

"Saya menyerukan kepada raja, pangeran, presiden dan pemimpin negara sahabat kita, dan saya menyerukan PBB dan semua organisasi Internasional untuk membantu menyelamatkan Lebanon dari kehancurannya," kata Diab kepada para duta besar.


Terputusnya pasokan listrik berdampak pada koneksi internet di berbagai kota, toko roti terancam tutup karena kekurangan bahan bakar. Padahal roti menjadi salah satu makanan pokok bagi warga Lebanon .

Sekitar 6 juta penduduk Lebanon sekarang menghabiskan berjam-jam antrean panjang di pom bensin untuk membeli bahan bakar. Mereka berjuang dengan pemadaman listrik hingga 22 jam sehari dan kekurangan medis yang parah.

Pandemi COVID-19 semakin mempersulit situasi, dengan rumah sakit di Lebanon yang dulunya menjadi salah satu yang terbaik di kawasan, harus ikut berjuang. Krisis yang berawal dari akhir tahun 2019 ini diketahui berakar pada praktik korupsi dan salah urus oleh pemerintah selama bertahun-tahun.

Dilansir dari Associated Press, situasi politik di Lebanon yang diwarnai perang sipil antara kelas-kelas politik telah berakumulasi pada penumpukan utang dan tidak bisa berbuat banyak untuk mendorong industri lokal, sehingga memaksa negara ini nyaris semuanya bergantung pada impor.

Simak video 'Krisis Ekonomi Lebanon Bikin Obat dan Bahan Bakar Langka':

[Gambas:Video 20detik]



Kesaksian Warga Lebanon di halaman berikutnya.