Melihat Lebanon di Masa Keemasan Sebelum Krisis Mencekam Bak Neraka

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 09 Jul 2021 17:32 WIB
Flag of Lebanon at the Crusader Castle in Byblos
Lebanon/Foto: Getty Images/iStockphoto/Leonid Andronov

Sayang, kejayaan tersebut tak bertahan lama bagi Lebanon. Untuk semua kemewahan, politik sektarian membuat banyak bagian Lebanon terpinggirkan dan miskin, memberikan lahan subur bagi perang saudara 1975-1990. Itu lah yang dikatakan Nadya Sbaiti, asisten profesor Studi Timur Tengah di American University of Beirut.

"Sisi lain tahun 1960-an bukan hanya aktor Hollywood dan Festival Baalbeck, tetapi termasuk pelatihan gerilya di bagian pedesaan negara itu," katanya.

Lebanon kemudian diterpa 'badai' ketika Israel pada tahun 1948 menggiring sekitar 100.000 pengungsi Palestina melarikan diri melewati perbatasan ke Lebanon.

Pada tahun 1968, pasukan komando Israel menghancurkan selusin pesawat penumpang di bandara Beirut, sebagai tanggapan atas serangan terhadap sebuah pesawat Israel oleh kelompok Palestina yang berbasis di Lebanon.

"(Serangan itu) menunjukkan kepada kami bahwa kami bukan negara. Kami adalah taman bermain internasional," kata Salim Haidar, yang menjabat sebagai anggota parlemen saat itu.

Sejak saat itu, perang terus berkecamuk, diperparah dengan pemerintahannya yang bobrok sehingga Lebanon mengalami malapetaka berkepanjangan.


(toy/ara)