SBY Minta Freeport Perbaiki Program Comdev
Rabu, 22 Mar 2006 17:31 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) minta PT Freeport Indonesia (FI) memperbaiki pelaksanaan program community development (comdev) dengan lingkungan sekitar tambang dan wilayah lain di Papua. Permintaan tersebut diungkapkan oleh Hatta Rajasa, anggota presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), usai mendampingi BJ Habibie menemui SBY di Kantor Presiden, Jakarta, (22/3/2006). "Presiden sampaikan tadi memang ada yang perlu diperbaiki di Papua. Misalnya soal community development untuk daerah dan lainnya. Perlu diaudit, namun tidak harus FI ditutup," ujarnya. Menurut Hatta, dalam pertemuannya dengan Habibie, SBY memaparkan nilai pendapatan negara dari pajak dan perjanjian bagi hasil dengan FI. Terhitung pada akhir tahun lalu, Pemerintah mendapatkan Rp 7 triliun. SBY juga memaparkan data-data tentang kekayaan alam Papua yang ditambang oleh FI. Bukan hanya emas, tapi juga hasil tambang perak dan tembaga yang tercampur di dalamnya. "Jadi tidak betul kalau orang katakan tidak ada datanya. Ternyata datanya ada, dan itu diaudit oleh Sucofindo," imbuh Menteri Perhubungan ini. Hatta menambahkan, ICMI berkomitmen memantau perkembangan upaya konkrit yang dilaksanakan Pemerintah dan FI dalam melakukan perbaikan. Termasuk pemanfaatan dana bagi hasi yang diperoleh negara. "Kita berikan kesempatan pada Pemerintah, ICMI mendukung program-program yang positif, konstruktif, inovatif dan berorientasi pada pembangunan masyarakat keseluruhan," ujarnya.
(qom/)











































