Terpopuler Sepekan

Anti Colok Hidung, Ini Dia Tes PCR Kumur Harga Rp 799 Ribu

Siti Fatimah - detikFinance
Sabtu, 10 Jul 2021 09:30 WIB
Petugas melakukan uji Swab Antigen atau PCR di Swab Drive Thru Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Bintaro, Tangerang, Jumat (20/11/2020). Dengan penyediaan fasilitas ini membuat masyarakat lebih nyaman dan aman tanpa harus kontak dengan banyak orang.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Sebagian orang mungkin merasa tidak nyaman saat melakukan tes COVID-19 dengan cara colok hidung. Kali ini, PT Bio Farma (Persero) bersama perusahaan rintisan bioteknologi Nusantics mengenalkan alat tes PCR kumur (gargling).

Informasi mengenai PCR kumur tersebut dibagikan dalam Instagram @gsilab.id. Masyarakat bisa mendapat pelayanan PCR kumur Bio Saliva dengan merogoh kocek Rp 799 ribu.

Pihak pengelola juga memberikan harga khusus bagi 100 orang pertama yang membelinya mendapat potongan harga Rp 100 ribu. Sebelumnya, masyarakat yang tertarik harus mengisi registrasi online melalui lamanwww.gsilab.id.

"GSI Lab bekerjasama dengan Bio Farma @biofarmaid dan Nusantics Official @nusantics mengeluarkan layanan inovasi terbaru PCR Kumur yang memberikan rasa nyaman dan pastinya aman tanpa hidung dan tenggorokan sakit untuk Sobat GSI. Untuk anak-anak di atas 3 tahun juga bisa," tulis akun @gsilab.id dikutip detikcom, Sabtu (10/7/2021).

Lebih lanjut, akurasi alat PCR kumur Bio Saliva ini diklaim mencapai 93-98%. Alat ini bukanlah jenis tes baru, melainkan hanya pengambilan spesimennya saja yang berbeda dan kemudian diperiksa melalui mesin PCR.

"Ini bukan tes ya tapi cara mengambil spesimen untuk kemudian diperiksa di mesin PCR. Kalau kemarin itu pakai swab (nasofaring), sekarang (bisa) pakai metode tidak swab, tapi kumur," ujar Juru Bicara Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi kepada detikcom.

Cara mengambil spesimen PCR kumur yakni pertama, Anda diminta untuk batuk keras. Kemudian, Anda berkumur-kumur sebanyak tiga kali dan meludahkannya ke dalam wadah yang telah disediakan.

PCR kumur Bio Saliva ini telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 1 April 2021 dengan Nomor KEMENKES RI AKD 10302120673. Kehadirannya diklaim dapat berkontribusi meningkatkan kapasitas tracing nasional sebab bisa mendeteksi hingga angka CT 40 dengan tingkat sensitivitas hingga 93,57%.

Simak Video: Detail Rencana Bio Farma Produksi Tes PCR Kumur-kumur 'Bio Saliva

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)