Terpopuler Sepekan

Erick Thohir Buka Suara soal Kartu Kredit Pertamina, Apa Katanya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 10 Jul 2021 16:00 WIB
Hari ini vaksin tahap ke-14 kembali tiba di Indonesia. Sebanyak 8 juta bulk vaksin Sinovac mendarat di Bandara Soetta. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang menerima dan melihat langsung.
Foto: AmiriYandi/DJIKP-Kemkominfo
Jakarta -

Limit kartu kredit Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok belum lama ini menjadi perbincangan. Ahok menyebut dia mendapat kartu kredit dengan limit Rp 30 miliar.

Tak hanya itu, Ahok juga menyebut jika kartu kredit ini digunakan oleh para petinggi di Pertamina namun tak pernah tepat sasaran. Ahok meminta fasilitas tersebut untuk dicabut.

Setelah itu, muncul lagi dokumen kartu kredit Pertamina dengan limit total Rp 420 miliar yang bocor ke publik.

Sebagai pimpinan tertinggi di Kementerian BUMN, Erick Thohir akhirnya buka suara. Dia menyebutkan apa yang dilakukan Ahok adalah salah satu tugas pengawasan.

"Saya rasa begini, kan tugasnya seorang komisaris, mengawasi kinerja direksi, saya rasa itu hal-hal yang sah aja, dan ini bagian dari check and balance," katanya.

Dia yakin kinerja direksi dengan penugasan yang diberikan memiliki profesionalisme yang tinggi. Erick juga menyebut, kartu kredit itu bukan untuk kepentingan pribadi.

Erick melanjutkan, kadang-kadang penggunaan kartu kredit penting apalagi saat ini era non tunai.

"Kadang-kadang kita memerlukan itu apalagi eranya ini kan era cashless, sekarang kan mohon maaf, saya aja nggak bawa dompet nih, nggak bawa uang cash, era cashless.

Jadi kartu-kartu itu kadang-kadang dibutuhkan untuk operasional bukan buat pribadi. Tapi, apakah komisaris harus mengecek ya itu wajar saja, nanti kan masing-masing juga dilakukan," terangnya.

Sejalan dengan itu, Erick pun bercerita jika Kementerian BUMN bersama dengan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) telah berinisiasi menggelar pelatihan untuk para direksi dan komisaris. Pelatihan itu digelar lantaran banyak hal yang akan berubah saat pandemi ataupun pasca pandemi COVID-19.

Menurutnya, pelatihan tersebut akan menjadi wadah untuk direksi dan komisaris belajar terhadap segala perubahan yang terjadi.

"Jadi yang dulu tidak mengenal online sekarang ada apotek seperti ini, tapi juga harus bisa melayani online, atau misalnya di bisnis model lainnya itu terjadi perubahan, yang dulu bensin laku, sekarang listrik juga laku. Listriknya buat apa, bukan buat nerangin bolam buat nerangin rumah, dipakai mobil. Nah bayangin karena itu berubah," ungkapnya.

"Jadi kita sudah membentuk forum itu untuk tadi, sama-sama saling belajar check and balance tapi yang paling penting pasca COVID ini seperti apa dunia, kita lakukan itu," lanjut Erick.

Lihat juga Video: Kartu Kredit Diaktifkan Orang Lain, Apakah Bank Bisa Dituntut?

[Gambas:Video 20detik]




(eds/eds)