4 Kontrak Penjualan Gas Domestik Diteken

4 Kontrak Penjualan Gas Domestik Diteken

- detikFinance
Rabu, 22 Mar 2006 19:07 WIB
Jakarta - Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) kembali memfasilitasi penandatanganan jual-beli gas untuk kebutuhan domestik dengan total volume 15,05 trillion british thermal unit (TBTU). Gas itu akan digunakan untuk pembangkitan listrik dan industri di Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan."Penandatangan ini menjadi sinyal bahwa kita sedang berpacu untuk memenuhi pemanfaatan gas di dalam negeri. Sebab, kebutuhan gas domestik secara cepat naik di tahun-tahun belakangan ini," ujar Kepala BP Migas, Kardaya Warnika, usai penandatanganan kontrak di Kantor BP Migas, Gedung Patra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (22/4/2006).Kontrak yang ditandatangani itu antara lain adalah Head of Agreement (HoA) antara Total E&P Indonesie dengan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Bontang di Kalimantan Timur dengan volume mencapai 8,25 TBTU selama 10 tahun. Gas tersebut akan dikirim mulai tahun 2007 untuk kebutuhan pembangkit tersebut. Kontrak lainnya adalah HoA antara PT Medco E&P Indonesia dengan PT Mitra Energy Buana untuk pasokan gas sebesar 6,8 TBTU yang akan dikirim mulai tahun 2008 selama 6,5 tahun. Sedangkan dua kontrak lainnya masih berupa Memorandum of Understanding (MoU), yaitu antara Total E&P Indonesie dengan PT PLN (Persero) untuk operasional pembangkit listrik di Balikpapan, Kalimantan Timur, dan MoU antara PT Medco E&P Indonesia dengan PT Petromuba untuk pembangkit listrik di Sekayu, Sumatera Selatan."Selain kontrak-kontrak ini, saat ini juga sedang diselesaikan beberapa kontrak lainnya untuk industri pupuk, industri lainnya, dan pembangkit listrik," tambah Kardaya.Kardaya menegaskan, BP Migas berupaya semaksimal mungkin menjawab naiknya kebutuhan gas domestik saat ini. Secara khusus, kata dia, BP Migas mengutamakan terpenuhinya kebutuhan gas untuk pembangkitan listrik di Jawa-Bali dan daerah lainnya. Untuk Jawa, kata dia, sedang dinegosiasikan tambahan pasokan gas dari Sumatera Selatan sekitar 200 juta kaki kubik per hari dan dari Sumatera Tengah sebesar 400 juta kaki kubik. Lebih lanjut, Kardaya mengatakan bahwa permasalahan utama dalam pemenuhan kebutuhan gas adalah kesepakatan harga antar produsen dan konsumen. Namun, lanjut dia, harga gas saat ini sudah membaik karena konsumen menilai penggunaan gas lebih efisien dibandingkan Bahan Bakar Minyak (BBM). Kardaya menjelaskan, harga jual gas yang saat ini rata-rata sebesar USD 3 per MMBTU (million metric british unit) setara dengan BBM seharga USD 10-15. Namun, dia mengharapkan konsumen gas, terutama PLN, lebih aktif membicarakan kebutuhan gasnya dengan para produsen agar mereka lebih aktif mencari cadangan gas dan mengembangkan cadangan masing-masing. Sebab, produsen tidak begitu saja mengembangkan cadangannya tanpa ada pasar yang jelas. "Jadi, persepsi bahwa produsen gas asing lebih suka menjual gasnya keluar negeri iu salah. Sebab, produsen asing maupun nasional tidak mempermasalahkan hal itu, yang penting adalah harga jualnya," kata dia. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads