Berburu Isi Ulang Tabung Oksigen di Jakarta Masih Susah!

Siti Fatimah - detikFinance
Minggu, 11 Jul 2021 10:38 WIB
Suplai oksigen masih langka, antreannya mengular hingga harus menunggu berjam-jam.
Foto: Siti Fatimah
Jakarta -

Kebutuhan oksigen dalam tabung meningkat di tengah kasus pandemi COVID-19 juga melonjak. Begini pengakuan warga yang memburu oksigen.

Beberapa warga mengakui, oksigen yang diisi tersebut untuk kebutuhan anggota keluarganya yang positif COVID-19. Amir, salah satu warga dari Kebon Kacang mengatakan, sebelum datang ke depot isi ulang Oxygen Medical daerah Pasar Manggis, Jakarta Selatan, dia mengaku kesulitan mencari tempat pengisian ulang tabung gas oksigen.

"Sekarang susah juga udah ke mana-mana tetap aja ke sini. Pertama saya ke Duren Sawit kosong stoknya terus ke Matraman, Pasar Pramuka tutup. Ya sudah lah ke sini aja yang udah pasti," kata Amir kepada detikcom, Sabtu (10/7/2021).

Dia mengatakan, hampir setiap hari mengisi tabung gas oksigen. Dengan ukuran yang dimiliki 1 m3 setidaknya dapat bertahan untuk satu malam.

Perihal harga, kata Amir, cukup murah hanya Rp 18 ribu saja untuk ukuran 1 m3. "Harganya murah tapi antreannya. Paling nggak saya dari jam 07.00 WIB baru bisa dapat jam 13.00 WIB lah. Kemarin dari jam 13.00 WIB dapatnya jam 18.00 WIB sore," tuturnya.

Meski kesulitan mendapatkan stok dan rela menunggu berjam-jam, tapi tetap dia lakukan karena pentingnya oksigen tersebut untuk kebutuhan medis anggota keluarganya. "Abis kalau kita perlu ya gimana ya. Ini buat saudara saya, kemarin suaminya udah kena tapi udah negatif lagi. Sekarang isterinya," ujarnya.

Warga lainnya, Rudi asal Tebet juga merasa kesulitan mencari isi ulang tabung gas oksigen. Kini ia sudah jadi langganan di depot pengisian oksigen daerah Pasar Manggis itu.

"Iya susah minggu-minggu lalu. Tapi karena udah tahu di sini ada terus ya sudah di sini aja. Nggak apa-apa antre lama, daripada beli. Udah barangnya susah harganya mahal juga," pungkas Rudi.

Pemilik sekaligus Pengelola Oxygen Medical Ervan mengatakan, permintaan isi ulang tetap mengalir setiap harinya. Hanya saja, stok oksigen dari distributor semakin sedikit dan dibatasi.

"Stok oksigen per hari ini semakin sedikit, tadi hanya dapat jatah 45 tabung dan untuk permintaan refill masih tetap banyak," kata Ervan melalui pesan singkatnya.

Detikcom sempat menghubungi Komite Pengarah Asosiasi Gas Industri Indonesia (AGII) untuk menanyakan perihal stok dan pendistribusian oksigen ke daerah. Sayangnya yang bersangkutan tak kunjung memberikan tanggapan.

(zlf/zlf)