Siap-siap Hari Belanja Diskon 1-29 Agustus, Ekonomi Bisa Digas?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 11 Jul 2021 12:29 WIB
Black Friday jadi momen yang amat dinanti kala perayaan Hari Thanksgiving tiba. Pasalnya di saat itu warga berburu diskon dan promo belanja.
Foto: Getty Images
Jakarta -

Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) akan digelar pada tanggal 1 hingga 29 Agustus 2021. Acara yang digelar Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) ini disebut-sebut sebagai salah satu cara untuk membangkitkan kembali ekonomi yang tengah lesu karena pandemi COVID-19.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mendukung acara tersebut. Ia berharap, acara ini menjadi sebuah kesatuan dengan program lain seperti Bangga Buatan Indonesia (BBI).

HBDI sendiri diluncurkan beberapa hari lalu. Acara ini diluncurkan bersamaan dengan program vaksinasi yang digelar Hippindo.

"Kami bangga mendukung penyelenggaraan HBDI. Saya, Wamendag Jerry Sambuaga dan Menteri UMKM berharap ini bisa menjadi satu kesatuan dengan program lain seperti Bangga Buatan Indonesia (BBI)," kata Sandiaga katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (11/7/2021).

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menilai, HBDI merupakan cara untuk menggairahkan pasar dan upaya untuk membangkitkan ekonomi.

"Banyak sektor yang terdampak COVID-19, termasuk kemudian berimbas pada daya beli masyarakat. Ini adalah wujud kontribusi nyata dari para pengusaha dan pelaku sektor ritel untuk membangkitkan ekonomi," katanya.

Kementerian Perdagangan menurut Jerry terus memberikan fasilitasi dan dorongan kepada pelaku usaha di semua level agar bukan hanya bertahan tetapi bangkit dan tumbuh. Menurutnya, kegiatan perdagangan dalam negeri sendiri turut menjadi kekuatan yang membendung dampak COVID-19.

Sementara, perdagangan luar negeri Indonesia juga terus mencatat tren surplus sehingga menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya mitigasi ekonomi sebagai akibat COVID-19.

Pihaknya akan berupaya mengintegrasikan berbagai program yang diusung oleh pelaku usaha dan pemangku kepentingan lain dengan program-program pemerintah seperti bangga Buatan Indonesia. Menurutnya hal itu adalah langkah konkret agar pelaku usaha dan produsen Indonesia bisa mengoptimalkan potensi pasar dalam negeri.

"Sebenarnya potensi pasar domestik Indonesia sendiri sangat besar. Kalau kita memakai produk dalam negeri tentu ini akan menjadi kekuatan yang sangat besar dalam menguatkan struktur ekonomi Indonesia. Karena itu, mari kita terus mencintai, membeli dan memakai produk dalam negeri," tambah Jerry.

(acd/zlf)