Dibantu BUMDes, Kopi Megamendung Bogor Bernilai Lebih Tinggi

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Minggu, 11 Jul 2021 16:03 WIB
Shoppe
Foto: Dok. Shoppe
Jakarta -

Tak hanya wisata, Bogor juga menyimpan potensi lainnya, yaitu kopi. Di Desa Megamendung, Bogor, kopi menjadi salah satu komoditas unggulan masyarakat setempat. Sayangnya, UMKM kopi di sana belum terfasilitasi dengan baik sehingga produk yang dihasilkan masih terbatas.

Direktur BUMDes Megamendung Jaya, M Yusup Solihatul Munawar mengatakan dengan keterampilan seadanya, dahulu para pelaku usaha kopi hanya bisa mengolah dan menjual biji kopi yang masih berbentuk cherry (ceri) kepada pengepul dengan harga jual yang murah. Namun kini, mereka sudah memiliki mesin pemanggang kopi sendiri sehingga dapat menjual kopi dalam bentuk greenbean, dan bahkan roasted bean dengan harga lebih mahal.

Menurutnya, hal tersebut tidak terlepas dari upaya BUMDes Megamendung Jaya yang membantu memberikan pelatihan serta menyalurkan sarana dan prasarana dari dana pemerintah dan/atau instansi swasta. Beberapa di antaranya yaitu dengan memperluas akses pemasaran melalui kanal online di Shopee, serta membantu proses pembuatan packaging guna menambah nilai produk.

Selain itu, dia menyebut BUMDes Megamendung Jaya juga ikut terlibat dalam program 'UMKM Jabar Go Digital', yang merupakan inisiasi Shopee dan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Melalui program tersebut para pelaku usaha di Desa Megamendung bisa mendapatkan pelatihan serta pendampingan langsung dari tim trainer Shopee. Tak hanya sebatas tahap mendaftar menjadi penjual, tetapi berlanjut hingga cara mengunduh katalog produk, cara optimasi judul dan cara meningkatkan penjualan dengan beriklan.

"Sejalan dengan komitmen pemerintah khususnya Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo, dalam mendukung gerakan Bangga Buatan Indonesia, kami dari pihak BUMDes Megamendung Jaya turut senang sudah didukung oleh berbagai instansi pemerintah dan swasta terkait dalam meningkatkan dan menunjang keberlangsungan bisnis para UMKM di desa Megamendung," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/7/2021).

Di samping pelatihan, Shopee dan Pemprov Jawa Barat juga menyalurkan bantuan lainnya berupa peralatan komputer. Bantuan pelatihan dan peralatan tersebut dinilainya mampu mendongkrak penjualan melalui BUMDes Megamendung bahkan hingga 2 kali lipat. Kenaikan omset ini rupanya dibarengi dengan meningkatnya awareness masyarakat di luar Desa Megamendung terhadap produk UMKM kopi yang saat ini bisa ditemukan di Shopee melalui toko Yusufacep.

"Tidak hanya untuk operasional bisnis melalui bantuan perangkat komputer di Shopee Center Megamendung, tetapi juga pelatihan untuk sumber daya manusia dalam berbisnis online seiring komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk Revolusi Digital. BUMDes Megamendung Jaya akan senantiasa mendukung para pelaku UMKM di desa Megamendung agar dapat memperluas jangkauan bisnis dan meningkatkan kualitas kehidupan di desa," terangnya.

Atas keberhasilannya mengembangkan bisnis kopi di Megamendung, mewakili BUMDes Yusup pun mendapatkan penghargaan Patriot Desa dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

"Harapannya para UMKM di desa Megamendung dapat naik kelas secara digital untuk mencapai jangkauan dan cakupan berjualan online yang luas. Karena tuntutan pandemi ini, kita harus bisa beradaptasi untuk mempercepat literasi digital guna meningkatkan eksistensi dan keberlangsungan bisnis. Kami berharap produk yang kami jual di platform Shopee bisa semakin berkembang penjualannya seiring bertambahnya ilmu kami melalui modul pelatihan Shopee, bahkan bisa dikirim sampai ke luar kota dan ke luar negeri," tukasnya.

(akn/dna)