Ragu Ekonomi Kuartal II Bisa Tembus 8%, Sri Mulyani: Tidak Realistis

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 12 Jul 2021 09:54 WIB
Ramalan Ekonomi RI PPKM Darurat
Foto: Tim Infografis/M Fakhry Arrizal
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2021 tidak akan sampai angka 8%. Pemerintah sendiri sebelumnya menargetkan pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2021 7,1-8,3%.

Sri Mulyani mengatakan penurunan prediksi itu dikarenakan adanya kenaikan kasus COVID-19 hingga akhirnya pemerintah memutuskan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

"Pada paruh kedua bulan Juni kita melihat memang terjadi tanda-tanda masyarakat mulai down itu karena dampak psikologis maupun yang sifatnya objektif yaitu kenaikan jumlah COVID dan pemerintah melakukan PPKM darurat. Ini yang menyebabkan angka 8% jadi tidak realistis karena adanya koreksi," katanya dalam acara Squawk Box CNBC Indonesia, Senin (12/7/2021).

Meski begitu, Sri Mulyani masih optimis jika pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021 tetap bisa menyentuh angka 7%. Hal itu dikarenakan sebelum PPKM darurat pada April dan Mei mulai terjadi pemulihan yang sangat kuat.

"Kita masih optimis di atas 7% karena April-Mei hingga pertengahan Juni masih cukup kuat namun memang kita sadari risiko mulai melonjak dan ini berarti akan mempengaruhi terutama pada sisi konsumsi," tuturnya.

"Sampai kuartal II kemarin terutama pada April dan Mei memang terjadi pemulihan yang sangat cepat. Kita lihat PMI manufaktur indeks kita 53,5 adalah zona ekspansif yang sangat kuat, indeks keyakinan konsumen kita 107,4 ini di zona optimis, indeks penjualan ritel kita dalam hal ini mencapai kenaikan 11,6 dobel digit yang cukup solid dan penjualan mobil sesuai insentif yang diberikan pemerintah melonjak sampai 194% pada April," bebernya.

Untuk di kuartal III dan IV-2021 sendiri, Sri Mulyani masih berharap jika pertumbuhan ekonomi bisa berada di jalur positif meski ada PPKM darurat. Meskipun, hal itu diakui sangat berat karena bulan Juli banyak aktivitas masyarakat mengingat momen libur sekolah.

"Kami masih berharap kalau ini bisa kita kendalikan bersama, masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan dan juga vaksinasi berjalan, maka kita berharap Agustus-September kita bisa mengejar karena adanya penurunan aktivitas pada Juli ini. Kita berharap masih akan ada pertumbuhan ekonomi positif pada kuartal III dan IV," harapnya.

"Secara total kita masih memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2021 antara range 3,7-4,5%. 4,5% itu kalau kita optimis bahwa COVID-nya bisa dijaga pada level moderat dan mobilitas bisa kembali pulih pada Agustus. Kalau ini agak panjang kita bisa turun pada angka 3,75%," tambahnya.



Simak Video "Keyakinan Jokowi RI Jadi Negara Ekonomi Terbesar Ketujuh di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/das)