Kiprah Petani Subang yang Ekspor Kopi ke Korsel hingga Arab Saudi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 12 Jul 2021 19:10 WIB
Petani memanen kopi arabika Gayo di Takengon, Aceh Tengah, Aceh.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA

Dia menyebut desa Cupunagara secara geografis terletak di 1.200 mdpl. Merupakan wilayah sejuk dan luas yang tinggi di Kabupaten Subang. Potensi Cupunagara sangat besar dengan tersedianya lahan luas untuk budi daya kopi. Kebanyakan petani menggunakan lahan milik Perhutani.

Pertanian kopi ini sudah berjalan sejak 2015 di mana kegiatan Koperasi GLB ini berjalan pada 2016. Koperasi GLB berupaya untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat yang berbudi daya kopi.

Dari sisi lingkungan hidup, budi daya kopi ini juga memerangi global warming dengan menambah vegetasi hutan di lahan tersebut. Miftahudin menyebutkan saat ini petani kopi sudah mengekspor ke Taiwan, Korea Selatan, Australia, dan dalam waktu dekat akan melaksanakan kontrak ke Arab Saudi sebanyak 150 ton.

"Dengan Desa Devisa ini kami sangat menaruh harapan. Support permodalan, pendampingan teknis dan yang tak kalah penting mencarikan pasar baru baik lokal maupun internasional," jelas dia.

Ketua Poktan Penangkar Benih GLB Eni Fitriani mengharapkan dengan pendampingan ini, petani kopi di Subang bisa lebih berkembang.

"Desa Devisa diharapkan bisa membantu kami untuk mengakses permodalan agar bisa menjadi lebih besar dan akhirnya hasil panen kopi bisa memenuhi permintaan pasar lokal dan pasar dalam negeri," jelasnya.

Bupati Subang H Ruhimat mengungkapkan Desa Devisa diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu dia menginginkan kopi Subang bisa mendunia dan menjadi jalan untuk terciptanya Subang Jaya, Istimewa, dan Sejahtera," jelas dia.


(kil/ara)