Pengusaha Siap Biayai Vaksin Gotong Royong buat Pegawai hingga Keluarga

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 13 Jul 2021 12:53 WIB
Wakil Ketua Umum Kadin bidang kerja sama internasional Kadin. Shinta Widjaja Kamdani
Shinta Kamdani/Foto: Muhammad Idris/detikFinance
Jakarta -

Hari ini vaksin Sinopharm sebanyak 1,408 juta dosis tiba di Indonesia. Vaksin Sinopharm ini adalah bagian dari Vaksin Gotong Royong.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani mengungkapkan pengusaha menyambut baik kedatangan vaksin asal China ini.

Ini juga untuk memperkuat kebutuhan vaksin bagi masyarakat yang diberikan secara gratis, tapi juga menjawab permintaan dan kebutuhan para pelaku usaha untuk segera dapat melakukan vaksin bagi pekerja, karyawan, maupun keluarga karyawan.

Shinta menyebutkan pada program Vaksin Gotong Royong, Kadin Indonesia mendapatkan kesempatan untuk bekerja sama dengan Kementerian BUMN, Bio Farma, dan Kimia Farma untuk mendorong sebanyak-banyaknya perusahaan dan badan usaha swasta untuk bersatu mensukseskan program vaksinasi nasional. Hal ini agar segera tercipta kekebalan kelompok di lingkungan kerja dan merata di seluruh Indonesia.

"Dengan berpartisipasi secara mandiri membiayai pembelian vaksin bagi para pekerja karyawan dan keluarga karyawan," kata dia dalam keterangan pers, Selasa (13/7/2021).

Shinta mengungkapkan, pengusaha mendukung upaya dan seluruh program pemerintah untuk melawan pandemi. Kemudian bisa kembali normal dan beraktivitas untuk membantu pemulihan ekonomi dan kembali mendorong produktivitas.

Menurut dia, pengusaha berkomitmen untuk membantu percepatan vaksinasi nasional dan akan terus dilakukan untuk membangkitkan kesehatan yang merupakan cara untuk membangkitkan ekonomi.

Dia menambahkan selain fokus pada percepatan vaksinasi nasional, pengusaha juga menyiapkan program untuk meringankan beban pemerintah dan masyarakat dengan membangun sentra vaksinasi di kawasan industri.

"Hingga membangun rumah darurat oksigen dan bentuk lain untuk bersama-sama memerangi pandemi ini," tambah dia.

Simak video 'Epidemiolog Pertanyakan Motif Pemerintah soal Vaksin COVID-19 Berbayar':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/ara)