Faisal Basri Ungkap Cuan Jumbo Vaksin Berbayar, Kementerian BUMN: Halu!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 13 Jul 2021 14:03 WIB
Direktur Pemberitaan MNC Grup Arya Mahendra Sinulingga
Arya Sinulingga/Foto: Grandyos Zafna

Sebelumnya Faisal Basri mengritik Kementerian BUMN dengan hitung-hitungan untung yang diraup jika program vaksin berbayar sudah dijalankan.

Dikutip dari cuitan di Twitternya Faisal mengasumsikan keuntungan vaksin berbayar Rp 100.000 per dosis. Maka yang bisa dikantongi keuntungannya adalah RP 17,2 triliun. Hal ini dihitung jika Kementerian BUMN kebagian tugas menyuntik 172 juta dosis vaksin COVID-19.

"Berdasarkan skenario awal, bayangkan betapa menggiurkan bisnis vaksin BUMN. Kalau untungnya Rp 100.000 per suntikan, rentenya senilai Rp 17,2 triliun. Makanya ada vaksin "gotong royong" (lebih tepat vaksin rente)," kata Faisal Basri.

Kementerian Kesehatan juga sudah menetapkan vaksin berbayar Rp 439.570/suntikan, sudah termasuk tarif maksimal pelayanan sebesar Rp 117.910 per dosis. Jika dua kali suntik, maka masyarakat maksimal harus membayar Rp 879.140.

Faisal bahkan menyebut vaksin berbayar ini adalah 'vaksin rente'. "Jadi, untuk membunuh vaksin rente, pemerintah ambil alih stok vaksin yg sudah ada dan akan dibeli. BUMN2 farmasi murni jadi operator vaksinasi, mempercepat target herd immunity 70% yg dicanangkan pemerintah," sarannya.


(kil/ara)