Soal TKA Masuk RI, Ganjar Pranowo: Komunikasi Harus Terbuka

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 13 Jul 2021 14:08 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Rabu (30/9/2020).
Foto: Dok Humas Pemprov Jateng
Jakarta -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebutkan bahwa informasi mengenai masuknya tenaga asing (WNA) ke RI seiring dengan banyaknya proyek pembangunan kawasan ekonomi baru harus diterima secara terbuka.

Dia mengatakan, semakin berkembangnya proyek kawasan ekonomi baru juga akan semakin memperlebar masuknya investasi luar ke dalam negeri. Dari hasil tersebut, beberapa investor mulai mendatangkan mesin, menyiapkan orang untuk bekerja dan beberapa diantaranya adalah tenaga kerja.

"Ya faktor sosialnya, faktor komunikasi politiknya menurut saya harus disclose. Harus sangat terbuka, kemudian kita memasukkan ini, publik juga perlu diberikan penjelasan yang bagus dengan narasi yang baik," kata Ganjar dalam Investor Daily Summit, Selasa (12/7/2021).

"Karena kalau tidak ini pasti akan menjadi bulan-bulanan, yang tidak suka pasti akan bicara karena banyak tenaga kerja asing masuk. Ya kalau tenaga kerja kita bisa maka kita kerjakan sendiri, kenapa kita ada tenaga kerja asing masuk karena tidak semua kita bisa kerjakan," jelas Ganjar menambahkan.

Lebih lanjut, kondisi serupa pun menurutnya pernah dialami saat pembangunan pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah. Pada saat itu, kata dia, pihaknya menerima banyak protes dari berbagai kalangan.

"Saya paham betul, Alhamdulillah sekarang sudah berjalan (pabrik semen). Enam desa punya saham dari anak perusahaannya, punya saham bukan dikasih CSR," imbuhnya.

Pembangunan pabrik semen yang sempat diprotes pun menurutnya kini memberikan banyak potensi ekonomi di masyarakat. Agar, tidak hanya kaum elite saja yang menikmati tetapi masyarakat di desa pun bisa mengambil kemanfaatan.

"Sehingga yang menikmati tidak hanya elite tapi masyarakat juga. Memang tidak mudah tapi belajar dari PI Migas. Ketika PI Migas itu 10% daerah bisa ikut mengelola kenapa kita tidak berikan kepada desa dan di dalam di kawasan industri ini sudah disiapkan untuk UMKM. Maka harapan kita UMKM bisa naik kelas," kata Ganjar.

Lihat juga video 'WNA Masih Bisa Masuk saat PPKM Darurat, Kenapa Aksesnya Tidak Ditutup?':

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)