Sektor Pertanian Disebut Jadi Penyelamat Ekonomi saat Pandemi

Erika Dyah Fitriani - detikFinance
Selasa, 13 Jul 2021 15:50 WIB
Kementan
Foto: dok. Kementan
Jakarta -

Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPR) RI mengapresiasi upaya dan kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan) selama 2 tahun terakhir. Apresiasi ini diberikan karena sektor pertanian mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di tengah pandemi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dilaporkan bahwa sektor pertanian pada triwulan II 2020 tumbuh sebesar 16,24 (QtoQ) dengan nilai ekspor pada Januari-Desember naik sebesar 15,79% atau sekitar Rp 451,77 triliun. Lalu pada triwulan 1 2021, sektor pertanian juga masih tumbuh meyakinkan dengan angka sebesar 2,95 (YoY).

Dalam rapat kerja bersama jajaran Kementan, Wakil Ketua Komite II DPD RI, Abdullah Puteh menyampaikan sektor pertanian sejauh ini terbukti mampu menjadi penyelamat anjloknya ekonomi nasional akibat pandemi COVID-19 yang masih berkepanjangan.

"Inilah mengapa sektor pertanian itu sangat penting bagi kehidupan kita semua. Karena itu saya mendukung sekaligus mengapresiasi apa yang menjadi kebijakan Pak Menteri (Syahrul Yasin Limpo)," ujar Abdullah dalam keterangan tertulis, Selasa (13/7/2021).

Selain itu, Anggota Komite II DPD RI Christiandy Sanjaya juga mengapresiasi capaian Kementan dalam mengelola sektor pertanian selama 2 tahun terakhir. Sektor pertanian kini dinilai menjadi lebih maju, mandiri, dan modern.

"Saya apresiasi berbagai capaian Kementan yang mampu tumbuh positif di saat sektor lainnya turun," katanya.

Pada kesempatan ini, Anggota Komite II DPD lainnya, Made Mangku Pastika juga menyampaikan terima kasih atas kinerja dan performa sektor pertanian yang sejauh ini tumbuh positif, khususnya di saat krisis pandemi melanda seluruh dunia.

Pria yang mewakili Provinsi Bali ini pun berharap ke depannya Kementan mampu melaksanakan program UPO alias (Unit Pupuk Organik) secara cepat dan merata di semua kabupaten-kabupaten Bali.

"Saya melihat dalam program unit pupuk organik targetnya cukup banyak. Kalau boleh saya ingin dapat kontak pejabat yang menangani ini karena Bali ingin menjadi daerah organik. Saya kira ini sangat menolong juga untuk mengurangi pupuk subsidi," ungkapnya.

Senada dengan anggota komite lainnya, Bustami Zainudin mengaku bangga karena menurutnya baru kali ini semua Anggota Komite DPD RI di seluruh daerah merasakan ada kedekatan khusus terhadap sektor pertanian nasional.

"Terus terang komite DPD RI merasa selalu dekat dengan petani. Ini semua berkat kehadiran Pak Menteri yang selalu melibatkan kami dalam setiap kegiatan. Karena itu kami apresiasi apa yang sudah dilakukan jajaran Kementan," tutur Bustami.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menanggapi hal tersebut dengan mengajak semua pihak yang terlibat dalam proses pembangunan sektor pertanian dapat mengembangkan potensi yang ada. Khususnya, dalam melakukan ketahanan pangan nasional.

"Yang pasti kami butuh DPD dalam membangun pertanian masa depan. DPD menjadi kekuatan dalam mengembangkan sektor pertanian," kata Syahrul.

Ia mengaku sudah mencatat dan mengingat semua usulan serta masukan dari jajaran DPD RI terhadap pembangunan pertanian masa depan.

"Semua sudah kami catat dan kalau ada masukan segera kita akan tangani," pungkasnya.



Simak Video "Gerak Kementan Tingkatkan Ekspor Tanaman Hias"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/hns)