Menkes Ungkap RS Lebih Suka Rawat Pasien COVID-19 Gejala Ringan

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 13 Jul 2021 17:46 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Wamenkes Dante Saksono Harbuwono memimpin rapat koordinasi pimpinan di Kemenkes RI.
Menkes Budi Gunadi Sadikin/Foto: Sehat Negeriku
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap bahwa rumah sakit (RS) lebih memilih untuk merawat pasien virus Corona (COVID-19) bergejala ringan, ketimbang gejala sedang dan berat.

Budi menjelaskan bahwa RS bersikap demikian karena penanganan pasien bergejala ringan lebih mudah, sementara bayarannya sama dengan menangani pasien bergejala sedang dan berat.

"Ada sedikit reluctance dari rumah sakit, karena rumah sakit sukanya melayani yang ringan, karena kalau ringan ya lebih cepat dan bayarannya sama dengan yang berat," kata dia dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (13/7/2021).

"Banyak concern dari rumah sakit karena itu nanti akan dari sisi mereka akan lebih berat kerjanya, lebih banyak yang wafat juga mungkin di sana, dan mungkin kalau yang ringan kan lebih mudah, lebih cepat selesai dengan klaim yang sama," lanjut Budi.

Pihaknya pun sedang membenahi tata kelola tersebut. Jadi nantinya pasien dengan gejala ringan bisa dialihkan ke RS Darurat Wisma Atlet. Sementara OTG bisa dialihkan ke RS Darurat seperti Rumah Susun (Rusun) Pasar Rumput.

"Nah, itu sekarang sedang kita rapikan supaya kalau bisa kalau yang ringan dikeluarkan saja (dari rumah sakit) supaya ada tempat tidur di rumah sakit yang bisa kita berikan ke orang yang benar-benar membutuhkan, yaitu orang-orang yang sedang dan berat," paparnya.

Budi menjelaskan saat ini pihaknya sedang mengatur standar layanannya supaya RS mau mengeluarkan pasien dengan gejala ringan, dan fokus menangani pasien bergejala sedang dan berat.

"Nah, itu sekarang kita sedang merapikan dengan rumah sakit-rumah sakit agar mereka bisa konsentrasi ke yang sedang dan berat. Mudah-mudahan dengan kondisi seperti itu kita bisa lebih banyak melayani dan merawat orang-orang yang sekarang, banyak yang sebenarnya kasusnya sedang dan berat tapi ada di isoman karena tidak bisa masuk rumah sakit," tambahnya.

(toy/ara)