Kronologi Munculnya Kebijakan Vaksin Berbayar

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 14 Jul 2021 05:30 WIB
Fakta Seputar Rencana Vaksin Berbayar yang Ditunda
Kronologi Munculnya Kebijakan Vaksin Berbayar
Jakarta -

Vaksinasi gotong royong individu atau vaksin berbayar untuk masyarakat menuai pro-kontra dan menjadi perdebatan publik. Rupanya rencana tersebut sudah mencuat sejak bulan lalu.

Bagaimana kronologisnya?

26 Juni

Kemenko Perekonomian (KPC PEN) membahas percepatan pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Baik itu vaksinasi COVID-19 terhadap anak dan ibu hamil/menyusui, serta percepatan vaksinasi gotong royong.

Hasil rapat vaksinasi gotong royong diusulkan diperluas pada perorangan atau individu karena cakupan vaksinasi gotong royong masih jauh dari sasaran. Dari target 1,5 juta baru tercapai 300 ribu.

"Sehingga keluar hasil diskusi bahwa beberapa inisiatif vaksin gotong royong antara lain apakah itu mau dibuka juga ke daerah, ke RS yang sama, dengan vaksin program atau juga buat anak, ibu hamil, ibu menyusui, termasuk juga individu," ungkap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI Selasa, (13/7/2021).

"Kemudian ini dibahas bersama karena memang hasil kesimpulannya seperti itu di rapat KPC PEN," jelas Menkes.

27 Juni

Kemenkes (Biro Hukum dan Organisasi) menyiapkan draft Permenkes soal Perubahan Kedua Permenkes No. 10 Tahun 2021 dan menyelenggarakan rapat secara internal Kementerian Kesehatan pada hari yang sama

28 Juni

Vaksinasi gotong royong dibahas dalam rapat kabinet terbatas. Kemenko Perekonomian (KPC PEN) memberikan masukan terhadap draft hasil pembahasan tanggal 27 Juni 2021.

29 Juni

Rapat harmonisasi dengan melibatkan kementerian dan lembaga terkait seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Kementerian BUMN, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kejaksaan, BPJS Kesehatan.

5 Juli

Tanggal 5 Juli draft ditandatangani.

6 Juli

Disampaikan kepada Menteri Hukum dan HAM untuk mendapatkan pengundangan.

9-10 Juli

Soft launching vaksinasi gotong royong individu selama dua hari pada Jumat dan Sabtu.

12 Juli

Rencana Kimia Farma membuka klinik vaksinasi individu mulai Senin akhirnya ditunda. Lantaran adanya berbagai polemik, layanan ini tersebut ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Kami mohon maaf karena jadwal Vaksinasi Gotong Royong Individu yang semula dimulai hari Senin 12 Juni 2021 akan kami tunda hingga pemberitahuan selanjutnya," kata Sekretaris Kimia Farma Ganti Winarno Putro, dalam keterangannya, Senin (12/7/2021).

Penundaan ini dilakukan karena masih banyaknya polemik dan pertanyaan di masyarakat. Untuk itu Kimia Farma memutuskan untuk memperpanjang sosialisasi mengenai vaksin berbayar untuk COVID-19 ini.

(toy/fdl)