Nasib Nahas Jasa Service HP, Turun ke Jalan Malah Dikejar Petugas

Siti Fatimah - detikFinance
Rabu, 14 Jul 2021 13:51 WIB
Jakarta -

Mal Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur ditutup sementara selama pelaksanaan PPKM Darurat. Akibatnya, sejumlah pedagang ponsel tumpah di depan jalan mal tersebut.

Aktivitas pedagang itu pun memicu kerumunan dan arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan. Di pagi hari, petugas Satpol PP dan Kepolisian terlihat mengamankan lokasi, beberapa pedagang pun membereskan lapaknya.

Setelah petugas meninggalkan kawasan tersebut, para pedagang kembali berjualan.Mereka berinisiatif menawarkan jasanya di pinggir jalan depan mal Pusat Grosir Cililitan agar dapat mempertahankan usahanya selama pandemi COVID-19.

Asep (32), salah satu teknisi mengatakan, dirinya sudah tiga kali 'kejar-kejaran' dengan petugas. Alasannya, kata dia, karena ada kerumunan.

"Tiga kali kita diusir petugas, kejar-kejaran. Tadi pagi sama Satpol PP, terus ada petugas polisi, yang ketiga dari pengelola PGC," kata Asep kepada detikcom, Rabu (14/7/2021).

"Iya tadi ada petugas, kita di minta buat jaga jaraknya. Gara-gara berkerumun jadi dibubarkan. Kemarin juga sama, cuman titipnya jaga jarak aja, pas ada petugas kita beres-beres," lanjutnya.

Usahanya buka lapak di pinggir jalan sudah dilakukan sejak awal PPKM darurat. Pendapatannya sehari tak lebih baik saat berjualan di dalam mal.

"Sehari keuntungannya paling Rp100-Rp300 ribu dibagi empat orang.Kita mending jualan di jalan, daripada ngandelin orang tua kan, minatnya alhamdulillah ada aja, yang penting kita ikhtiar," ujarnya.

Teknisi lainnya, Juanda mengatakan, para teknisi berjualan di jalan karena efek PPKM Darurat. Dia pun meminta pemerintah agar mencari jalan dari kesulitan berwirausaha saat ini.

"Harusnya kan pemerintah cari jalan keluar juga. Kata saya sih lanjut PPKM tapi perhatiin juga mereka-mereka ini. Kalau sekarang ditutup tapi nggak dikasih jaminan kasihan juga, mereka diam di rumah juga kan nggak dapat penghasilan," kata Juanda.

(eds/eds)