Setelah Rumah, Kini Orang Kaya Obral Moge

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 14 Jul 2021 14:20 WIB
Ilustrasi Fokus Moge Masuk Tol
Foto: Ilustrasi Moge
Jakarta -

Orang kaya mulai banyak menjual asetnya di tengah pandemi. Beberapa waktu lalu, ramai dikabarkan orang-orang kaya menjual rumah hingga apartemennya. Nah kali ini bukan cuma properti, tapi barang hobi macam motor gede alias moge.

Menurut pegiat komunitas moge, Munawar Chalil yang juga Group Editor in Chief Carvaganza mulai banyak orang kaya menjual mogenya. Dia mengaku hampir setiap hari di grup-grup WhatsApp bermunculan tawaran moge dari kawan-kawannya di komunitas moge.

"Ini nyata, Harley banyak yang dijual, setiap hari di WA grup, banyak yang for sale," kata Munawar, dilansir dari CNBC Indonesia, Rabu (14/7/2021).

Berbagai alasan diungkapkan, kebanyakan menurut Munawar, moge dijual demi memenuhi kebutuhan hidup dan usaha. Ada juga yang menjual moge demi menghindari pembayaran pajak, dia menilai biaya pajak moge yang besar jelas akan menjadi beban di tengah kondisi sulit seperti ini.

"Mungkin ada yang butuh uang, mereka butuh hidupkan karyawan dan keluarga juga. Ada juga sebelum mereka jual, awalnya nggak bayar pajak dulu, tahu kan pajak moge nggak ada yang murah. Ternyata sudah dua kali nggak bayar pajak, lalu ngapain juga tahan-tahan, daripada nongkrong di garasi, mending jual saja," papar Munawar.

Moge macam Harley Davidson, sekarang bisa dijual lebih murah 20% dari harga pasaran saat ini. Misalnya ada yang menjual moge Rp 400 juta, padahal harga pasaran sampai Rp 600 juta.

Selain moge, dari pantauan dan pengalamannya, ada juga yang menjual Mercy S Class, dari harga normal Rp 500 juta, tapi bisa dilepas oleh penjual hanya Rp 350 juta.

"Harley, turun 20% di bawah harga pasar. Tapi kadang-kadang mau jual dengan beri deadline sampai jam sekian maka harga Rp 400 juta, padahal normal bisa Rp 600 juta," kata Munawar.

Nah sepekan ke belakang, orang kaya juga jadi bahan perbincangan saat mulai menjual propertinya. Rumah mewah hingga apartemen mulai dijual di tengah pandemi.

Hal itu pun diamini oleh Ketua DPD Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) DKI Jakarta Clement Francis. Menurutnya, di tengah pandemi ini memang fenomena menjual rumah lebih banyak terjadi. Dia enggan memukul rata apa masalahnya. Namun, memang di tengah pandemi banyak keperluan yang lebih penting yang mesti dipenuhi.

"Di tengah kondisi begini memang lebih banyak yang mau jual daripada mau beli. Dari segi faktor kita nggak bisa judge, tetapi kondisi ini mungkin ada orang mau menyisikan uang untuk keperluan lain gitu," ungkap Clement kepada detikcom, Selasa (6/7/2021).

Dia juga menduga bisa saja ada orang yang bisnisnya berkinerja buruk di tengah pandemi maka menjual rumah untuk membantu bertahan. "Kita nggak tahu apa yang terjadi dengan usahanya orang juga kan di tengah pandemi ini, mungkin dia lagi down, jual rumah," ungkapnya.

Di sisi lain, Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto mengatakan saat ini juga banyak pemilik apartemen mewah yang menjual unitnya. Dia menduga pendapatan dari apartemen-apartemen ini sudah mulai menipis, makanya banyak dijual.

Biasanya, apartemen ini disewakan, khususnya kepada ekspatriat yang bekerja di Jakarta. Namun, saat ini pasar penyewanya berkurang. Maka dari itu opsi penjualan apartemen mulai banyak dilirik.

"Mereka mengharapkan sewa, income juga susah, sehingga banyak apartemen yang dijual. Orang yang punya unit, khawatir apartemennya jadi tambahan cost, maka orang mau jual," papar Ferry dalam diskusi virtual dengan Colliers Indonesia, Rabu (7/7/2021).



Simak Video "Heboh Rombongan Moge Lintasi Jalan Yang Belum Diresmikan"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/das)