Hasil Polling: Mayoritas Pembaca Setuju Rencana Vaksin Berbayar

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 14 Jul 2021 14:57 WIB
Petugas kesehatan menyiapkan vaksin COVID-19 yang akan disuntikkan kepada anak usia 12-18 tahun di RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (10/7/2021). Dalam rangka Hari Anak Nasional, Dinas Kesehatan kota Palembang bekerja sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang menggelar vaksinasi massal COVID-19 terhadap anak usia 12-18 tahun dengan target 1.000 orang anak per hari. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Jakarta -

Mayoritas pembaca detikcom yang mengikuti polling rencana vaksin berbayar menyetujui program tersebut. Sebelumnya rencana pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong ini menuai pro dan kontra.

Sebenarnya vaksin gotong royong diperuntukkan bagi individu atau perusahaan yang mampu membayar vaksin. Jadi tak perlu menunggu vaksin gratis yang diselenggarakan pemerintah.

Nantinya vaksin berbayar ini menggunakan vaksin jenis Sinopharm yang jumlahnya masih terbatas. Akibat kuatnya pro dan kontra ini, vaksin berbayar ditunda. Kimia Farma menyebut penundaan dilakukan hingga waktu yang tidak ditentukan.

Dari hasil polling yang dilakukan dalam 24 jam terakhir mayoritas pembaca detikcom menyatakan setuju dengan rencana vaksin berbayar. Ada 516 yang setuju dan 137 yang tak setuju.

Para pembaca juga memberikan komentar alasan mereka menyetujui program vaksin berbayar itu. Misalnya Ari Haniy yang mengatakan bahwa vaksin berbayar bisa dilakukan asal tidak mengambil keuntungan yang banyak.

"Setuju aja... Asal tidak mengeruk keuntungan yang banyak apalagi nanti sampai dikorupsi. Lagi juga masa iya orang-orang super kaya dikasih gratis... Kalau nggak salah 2x vaksin nggak sampai Rp 2 juta... Masa iya nggak bisa bayar buat yang punya duit miliaran," tulisnya.

Kemudian, pembaca lainnya yaitu Agus Aji menuliskan bahwa vaksin berbayar bisa mempercepat herd immunity. "Mempercepat herd immunity, capek PPKM," tulisnya.

Lalu Triana Rosanti menuliskan bahwa vaksin berbayar merupakan hal yang wajar "Selama ada yang gratis, kalau pengin ya bayar ya nggak apa-apa, mosok orang kaya minta gratis," tulisnya.

Namun ada juga pembaca yang tidak setuju dengan vaksin berbayar seperti Ikhsan Kamil Adi Nugroho. Menurutnya sejak awal sudah diumumkan bahwa vaksin gratis.

"Sebelumnya sudah diberitahukan ke masyarakat luas bahwa vaksin COVID-19 itu gratis sehingga kalau disuruh bayar ya pilih tidak, ada yang gratis kenapa cari yang harus bayar," tulis dia.

Tonton juga video 'Blak-blakan Fatia Maulidiyanti: 4 Alasan Vaksinasi Berbayar Ditolak':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/ara)