Turun ke Jalan, Pedagang di PGC: Nggak Buka Toko Tapi Disuruh Bayar

Siti Fatimah - detikFinance
Rabu, 14 Jul 2021 15:00 WIB
Jakarta -

Dampak pandemi COVID-19 semakin memperlihatkan taringnya di berbagai sektor ekonomi. Kali ini terjadi pada jasa perbaikan handphone di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur.

Pantauan detikcom di lapangan, beberapa orang tampak menawarkan jasa service dengan membawa sterofoam bertuliskan "Jual Beli HP, Service HP". Sesekali mereka mendekati perseorangan untuk menawarkan jasa service handphone.

Salah satu teknisi yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan, bisanya ia dapat menghasilkan pendapatan Rp 2 juta per hari sebelum pandemi COVID-19.

Namun selama pandemi ini penghasilannya menurun drastis dan hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. "Saya service handphone udah 21 tahun dan ini kondisi terberat," ujarnya kepada detikcom, Rabu (14/7/2021).

Selain pendapatan yang menurun, tekanan biaya sewa dan listrik kios pun membuatnya harus putar otak mempertahankan satu-satunya mata pencahariannya itu. Dia mengatakan, untuk biaya sewa toko mencapai Rp11 juta sewa dua toko, sedangkan listrik Rp4,8 juta.

"Orang kita nggak buka toko tapi disuruh bayar. (Kalau buka pun) yang datang jarang. Kita mau masuk ambil barang harus udah bayar listrik," ungkapnya.

"Berat, kalau saya bujangan enak, ini kan ada anak istri nunggu di rumah. Rasanya gimana, anak nangis, kita begini juga karena ada tanggung jawab," imbuhnya.

Di kondisi sulit ini, dia tak mendapatkan bantuan dari pemerintah ataupun pihak manapun. Menurutnya, yang dilakukan para jasa service handphone saat ini merupakan cara bertahan dari kondisi pandemi.

Kondisi serupa pun dialami Asep (32), dia terang-terangan mengaku, beberapa kali harus membubarkan lapaknya karena ada petugas. "Tiga kali kita diusir petugas, kejar-kejaran. Tadi pagi sama Satpol PP, terus ada petugas polisi, yang ketiga dari pengelola PGC," kata Asep.

Meski keuntungan yang didapat tak seberapa, namun, kata dia, itu lebih baik daripada berpangku tangan pada orang tua. "Sehari keuntungannya paling Rp100-Rp300 ribu dibagi empat orang. Kita mending jualan di jalan, daripada ngadelin orang tua kan, minatnya alhamdulillah ada aja, yang penting kita ikhtiar," tuturnya.

(eds/eds)