Mendag ke AS Kejar Investasi hingga Bahas Vaksin COVID-19

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 14 Jul 2021 20:41 WIB
Eks Mendag era SBY M Lutfi menyampaikan capaian Presiden Jokowi di forum USINDO
Mendag M Lutfi/Foto: dok. TKN KIK
Jakarta -

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi bertemu para perwakilan RI di Amerika Serikat (AS). Pertemuan tersebut membahas peran ekonomi digital terhadap perekonomian nasional dan potensi sektor ekonomi digital di Indonesia.

Dirinya meminta para perwakilan RI menggali potensi ekonomi digital Indonesia di AS. Lutfi pun membeberkan besarnya potensi ekonomi digital di Indonesia.

"Kontribusi ekonomi digital Indonesia masih relatif kecil terhadap ekonomi nasional. Namun, saat ini pertumbuhan ekonomi digital telah berkembang sangat pesat. Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia berpotensi tumbuh delapan kali lipat di tahun 2030," katanya dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (14/7/2021).

Dia menegaskan komitmennya untuk memperkuat pemulihan ekonomi nasional melalui peningkatan perdagangan dan investasi dengan AS. Peningkatan investasi di berbagai sektor dan kebutuhan vaksin nasional menjadi pembahasan serius selama kunjungan kerja ke Amerika Serikat.

"Kunjungan kerja ke Amerika Serikat ini merupakan langkah percepatan pemulihan ekonomi nasional melalui peningkatan perdagangan dan investasi. Potensi peningkatan perdagangan dan investasi di berbagai sektor di Indonesia antara lain sektor teknologi; gender dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sangat besar. Kunjungan kerja ini juga membahas perubahan iklim dan vaksin Covid-19," jelasnya.

Lutfi di AS juga mengadakan pertemuan dengan Chief Operating Officer (COO) US International Development Finance Corporation (IDFC) David Marchick.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Investment Authority (INA) Ridha Wirakusumah, dalam rangka membahas Sovereign Wealth Fund dan potensi peningkatan investasi di berbagai sektor di Indonesia, antara lain sektor teknologi, gender, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta perubahan iklim dan vaksin COVID-19.

Dia juga mengadakan pertemuan dengan CEO US-ASEAN Business Council (USABC) Alex Feldman untuk membahas berbagai isu perdagangan dan investasi, tren perdagangan global, dan penanganan pandemi COVID-19. Dirinya dan USABC sepakat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi Indonesia-AS ke level berikutnya.

Terakhir, Lutfi bersama CEO INA bertemu Managing Director International Finance Corporation (IFC) Makhtar Diop. Dia menyampaikan komitmennya untuk mempercepat pencapaian target netral karbon (net zero carbon emission) melalui industri yang ramah lingkungan.

Selain itu, pertemuan juga membahas kerja sama pengembangan industri logam ramah lingkungan (clean energy) dan kerja sama dalam penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia.

"Indonesia saat ini tengah bertransformasi dari negara penghasil barang mentah menjadi negara penghasil barang bernilai tambah dan berteknologi tinggi. Untuk itu, Pemerintah akan terus mendorong pengembangan industri yang ramah lingkungan di Indonesia (clean energy), terutama di industri logam," tambah Lutfi.

(toy/ara)