RI Paling Banyak Ekspor ke China, Ini Daftar Barang-barangnya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 15 Jul 2021 13:53 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, nilai ekspor Indonesia sampai saat ini kalah dengan negara tetangga seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Indonesia periode Juni 2021 mencatat ekspor US$ 18,55 miliar atau naik 54,46% dibandingkan periode Juni 2020 sebesar US$ 12,01 miliar.

Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono mengungkapkan ekspor non migas terbesar antara lain ke China sebesar US$ 625,2 juta, Amerika Serikat (AS) US$ 374,5 juta, Jepang US$ 252,9 juta, Korea Selatan US$ 220,3 dan Filipina US$ 147,8 juta.

"Pangsa ekspor non migas paling besar ke China yaitu 23,88% atau US$ 4,13 miliar. Lalu AS pangsa pasarnya 12,34% atau US$ 2,14 miliar dan Jepang pangsa pasarnya 7,87% atau US$ 1,36 miliar," kata dia dalam konferensi pers, Kamis (15/7/2021).

Ekspor ke China paling banyak adalah bahan bakar mineral, besi dan baja sampai lemak dan minyak hewan nabati. Kemudian ke AS komoditas utamanya pakaian, aksesoris pakaian dan rajutan hingga alas kaki.

Selanjutnya ekspor ke Jepang komoditas utamanya biji, terak dan abu logam. Mesin dan perlengkapan elektrik serta bahan bakar mineral.

Kenaikan ekspor ini didorong oleh kenaikan ekspor migas yang naik 27,23% dari bulan sebelumnya menjadi US$ 1,23 miliar di Juni 2021 ini.

"Mengalami kenaikan adalah untuk minyak mentah naik 28,52%. Hasil minyak juga naik 63,34% sedangkan nilai gas juga naik 18,15%. Jadi ekspor migas di bulan Juni ini beberapa komoditas minyak mentah hasil minyak dan gas alami kenaikan," katanya.

Sementara untuk ekspor non migas pada Juni 2021 tercatat US$ 17,31 miliar. Angka ini naik 8,45% kalau dibandingkan Mei 2021.

(kil/fdl)