PPKM Darurat Ancam Denyut Ekonomi RI, Begini Jawaban Tegas Luhut

Siti Fatimah - detikFinance
Jumat, 16 Jul 2021 07:20 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjawab berbagai pertanyaan mengenai pelaksanaan PPKM Darurat yang memberikan dampak pada kegiatan ekonomi sekaligus menghambat pemulihan ekonomi nasional.

Luhut mengatakan, sejauh ini pihaknya akan mengamati terlebih dahulu perkembangan yang terjadi. Apalagi, Luhut menyebut, ada tim yang mengamati sejauh mana pembatasan kegiatan ekonomi ini akan dilakukan.

"Tentu ini kita amati dengan cermat, kami ada tim juga yang mengamati sampai berapa jauh kita boleh pergi, istilah saya itu kalau kita bengkokkan sesuatu musti ada batasnya, kalau bengkok terus ya patah, jadi kita mengamati betul masalah ekonomi ini jangan sampai kelamaan juga malah buat mati," kata Luhut dalam konferensi pers, Kami (15/7/2021).

Dia menegaskan, PPKM Darurat hubungannya dengan kegiatan pemulihan ekonomi nasional harus ditanggapi dengan hati-hati dan memperhitungkan akan berapa lama PPKM Darurat diberlakukan. "Sebenarnya kita sangat hati-hati melihat ini dan kami hitung sampai kapan kita akan melakukan ini (PPKM Darurat)," ujarnya.

Selanjutnya, akan dilakukan evaluasi untuk diambil kebijakan lebih lanjut dengan melihat data-data yang ada. "Kemarin Presiden minta saya untuk evaluasi, saya janji pada Presiden besok atau nanti sore kami akan laporkan cara bertindak apa yang akan dilakukan dengan data-data yang ada. Nanti kita juga bertemu asosiasi guru besar universitas dan minta pendapat mereka juga," lanjutnya.

Sejauh ini, Luhut menyebutkan dominasi COVID-19 varian Delta sebagian besar berada di Pulau Jawa. Berbagai langkah penanganan tengah disiapkan mengingat kenaikan kasus terus terjadi per harinya.

Hasil dari PPKM Darurat pun, kata dia, baru dapat terlihat setelah melewati masa inkubasi 14-21 hari. Dalam tiga minggu ini pihaknya sudah memprediksi akan terjadi kenaikan kasus.

"Kasus meroket ini sudah kita duga juga bakal terjadi, mungkin terjadi tapi tidak kita duga terus terang akan secepat ini, karena pemahaman kita mengenai varian delta ini banyak yang tidak faham betul, sudah lihat chart tadi bukan hanya Indonesia saja, banyak negara lain yang juga kena. Ilmu kedokteran belum sampai ke sana, saya selalu tanya teman-teman dokter mengenai ini," jelasnya.

"Supaya tidak naik kita kurangi kerumunan-kerumunan baru keliatan beberapa waktu ke depan dan ingat delta varian ini sangat-sangat besar penyebarannya, berbagai literatur menyebut bisa 5-6 kali lebih besar penyebarannya," tandas Luhut.

(eds/eds)