Cek Fakta Soal Wacana PPKM Darurat Diperpanjang

Siti Fatimah - detikFinance
Jumat, 16 Jul 2021 12:21 WIB
Jalanan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat sepi pada hari ke tiga belas diberlakukannya PPKM darurat atau Selasa (13/7/2021).
Foto: Bima Bagaskara
Jakarta -

Kabar mengenai wacana PPKM darurat diperpanjang sudah terlanjur menyebar ke masyarakat. Namun perlu diketahui, sampai saat ini pemerintah belum memutuskan secara resmi apakah PPKM darurat diperpanjang atau tidak.

Hati-hati ya menyebarkan informasi jangan sampai keliru. Bahkan beberapa hari yang lalu kabar bohong (hoax) PPKM diperpanjang di Jawa Timur sudah tersebar di media sosial lho.

detikcom merangkum beberapa fakta mengenai awal mula wacana PPKM Darurat diperpanjang hingga respons terbaru Menko Marves Luhut B Panjaitan selaku Koordinator PPKM Darurat.

Awal Mula Info PPKM Diperpanjang Beredar

Awal mula informasi PPKM Darurat diperpanjang yaitu berasal dari bahan paparan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat rapat bersama Banggar DPR RI pada Senin (12/7) lalu. Dalam paparannya, pemerintah membuat skenario PPKM Darurat selama 4-6 minggu.

"PPKM darurat selama 4-6 minggu dijalankan untuk menahan penyebaran kasus. Mobilitas masyarakat diharapkan menurun signifikan," tulis bahan paparan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Hal tersebut dikarenakan adanya risiko pandemi COVID-19 yang masih tinggi akibat adanya varian delta. Selanjutnya, dengan adanya wacana perpanjangan PPKM darurat, pihaknya akan memperkuat APBN.

Upaya tersebut antara lain dengan akselerasi vaksinasi, efektivitas PPKM darurat, dan kesiapan sistem kesehatan, baik fasilitas kesehatan maupun tenaga kesehatan.

Simak juga video 'Pintu Tol di Jateng Ditutup, Nakes-Ambulans Sempat Tertahan':

[Gambas:Video 20detik]



Respons Luhut Saat Ditanya PPKM Darurat Diperpanjang

Dalam konferensi pers bersama awak media, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ditanya mengenai wacana perpanjangan PPKM Darurat. Namun dirinya tak menjelaskan secara gamblang soal perpanjangan yang beberapa hari terakhir ramai jadi perbincangan.

Luhut menjelaskan terkait dampak perubahan selama PPKM darurat di mana beberapa wilayah Jawa-Bali mengalami penurunan mobilitas, salah satunya aktivitas malam hari warga di Yogyakarta dan Bali.

Lebih lanjut, Luhut menyebutkan kenaikan drastis kasus positif karena varian Delta. Meningkatnya kasus baru COVID-19 secara cepat di RI disebutnya tak terprediksi.

"Saya kira ini begini, kasus meroket ini sudah kita duga juga mungkin terjadi, tapi tidak kita duga secepat ini. Tapi karena pemahaman kita mengenai Delta, varian ini juga banyak tidak paham betul. Anda sudah lihat, bukan hanya kita, banyak negara lain banyak yang kena, karena ilmu kita, ilmu dunia kedokteran juga belum sampai ke sana. Saya selalu tanya teman-teman dokter mengenai ini," ujar Luhut merespons pertanyaan apakah PPKM darurat akan diperpanjang atau tidak.

Perhitungan dan pengamatan terkait dampak ekonomi akibat PPKM darurat juga akan dilakukan. Hal ini akan menjadi tolok ukur sampai kapan PPKM darurat dijalankan.

"Tentu kita amati dengan cermat, kami ada tim juga yang mengamati sampai berapa jauh kita boleh pergi. Istilah saya itu kalau kita bengkokkan sesuatu, mesti ada batasnya. Kalau bengkok itu patah. Jadi kita mengamati betul masalah ekonomi ini, jangan sampai kelamaan juga, malah buat mati," ujar Luhut.

"Batasi pemulihan nasional? Sebenarnya kita sangat hati-hati melihat ini dan kami hitung sampai kapan kira-kira kami akan melakukan ini dan kemarin Presiden minta saya untuk evaluasi. Saya janji kepada Presiden besok atau nanti sore kami akan laporkan cara bertindak apa yang akan kita lakukan ke depan dengan data yang ada," lanjut dia.

(eds/eds)