Malaysia Pakai Sinopharm dan Sinovac untuk Vaksin Berbayar

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 17 Jul 2021 11:30 WIB
KUALA LUMPUR, MALAYSIA : A man sells balloons to customers at a Ramadan bazaar in Kuala Lumpur, Malaysia. Ramadan bazaars in Malaysia offering various selections of clothing, food, and other religious items to Muslims who traditionally shop for new outfits to usher Eid al-Fitr, known as the
Foto: Getty Images/Annice Lyn
Jakarta -

Malaysia segera mengizinkan vaksin berbayar untuk COVID-19. Vaksin yang akan dijual itu produksi China, yakni vaksin Sinopharm dan Sinovac. Hal ini diumumkan oleh Menteri Sains, Teknologi dan Inovasi Malaysia Khairy Jamaluddin pada konferensi pers virtual.

Mengutip Reuters, Sabtu (17/7/2021) Khairy mengungkap vaksin berbayar ini dilakukan untuk meningkatkan program vaksinasi di tengah kasus COVID-19 yang melonjak. Dia menjelaskan kini 39% orang dewasa sudah menerima satu dosis vaksin COVID-19.

Nantinya, vaksin Sinopharm yang Jumat kemarin resmi menjadi vaksin darurat segera bisa dibeli oleh pribadi. Sementara vaksin Sinovac akan tersedia untuk umum pada 1 Agustus 2021, setelah menyelesaikan pengiriman sekitar 15 juta dosis yang disediakan pemerintah.

Sebelumnya, Malaysia dikabarkan akan berhenti memberikan vaksin Sinovac karena ketersediaan habis. Namun, Khairy mengkonfirmasi bahwa akan tetap menyediakan vaksin tersebut.

"Tidak ada masalah atas kemanjuran Sinovac," katanya.

Pada Jumat lalu, Malaysia melaporkan kasus COVID-19 baru bertambah 12.541 orang, sehingga totalnya kini mencapai 893.323 kemudian kasus kematian COVID-19 mencapai 6.728.

(fdl/fdl)