Toko-toko di Arab Saudi Kini Boleh Buka saat Waktu Salat

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 17 Jul 2021 13:20 WIB
Toko Indonesia di Arab Saudi (Rachmadin/detikcom)
Foto: Toko Indonesia di Arab Saudi (Rachmadin/detikcom)
Jakarta -

Arab Saudi mengizinkan toko-toko tetap buka selama waktu salat. Informasi tersebut diumumkan dalam surat edaran yang dikeluarkan pada hari Jumat.

Selama beberapa dekade, bisnis komersial di Arab Saudi ditutup sementara setelah azan pertama terdengar. Mobil akan mengantre menunggu SPBU dibuka, sementara para pelanggan di apotek, restoran, dan supermarket harus menunggu di luar. Namun, kondisi seperti itu sekarang sudah berakhir.

"Ini dalam upaya untuk meningkatkan pengalaman berbelanja dan tingkat layanan bagi pembeli dan klien," kata Ajlan bin Abdul Aziz Al-Ajlan, kepala Kamar Dagang Saudi, dalam surat edarannya dikutip dari Arab News, Sabtu (17/7/2021).

Mengomentari keputusan tersebut, seorang penulis dan komentator politik dan ekonomi Timur Tengah, Ali Sameer Shihabi dengan fokus pada Arab Saudi, mencuit bahwa menjaga toko tetap buka selama waktu salat adalah langkah simbolis dan praktis yang sangat besar untuk mengakhiri dominasi agama dalam kehidupan sehari-hari.

Shihabi juga mengatakan penutupan selama waktu salat menjadi alasan masyarakat untuk istirahat panjang atau membuat pelanggan menunggu barang dan jasa.

Ekonom Habibullah Al-Torkistani mengatakan bahwa keputusan itu tidak akan berpengaruh pada ekonomi nasional.

"Yang mendukung pendapat saya adalah pekerja di toko-toko mengambil istirahat siang hari," katanya.

"Bahkan ketika mengizinkan toko beroperasi selama waktu salat, toko akan berhenti bekerja untuk memberi istirahat kepada pekerja. Ini adalah bagian dari hak-hak pekerja," sambungnya.

Al-Torkistani menambahkan bahwa gerai yang menjual barang-barang yang diperlukan, seperti toko di jalan raya mungkin dapat mengambil manfaat dari keputusan tersebut.

"Karyawan memutuskan kapan harus berhenti bekerja untuk menjalankan kewajiban agama mereka dan tidak ada yang bisa mencegahnya," paparnya.

Perdebatan untuk menjaga toko dan bisnis tetap buka selama waktu salat telah menjadi topik diskusi di banyak tempat di antara anggota masyarakat Saudi untuk waktu yang lama.

(toy/ara)