Renovasi Sarinah Molor, Erick Thohir Sebut Bakal Kelar Awal 2022

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 17 Jul 2021 20:00 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir meninjau lokasi penemuan relief di gedung Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1/2021). Relief tersebut akan direstorasi dan dipamerkan kepada publik saat pemugaran gedung Sarinah rampung. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.
Menteri BUMN Erick Thohir meninjau lokasi penemuan relief di gedung Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1/2021)./Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan renovasi Gedung Sarinah Thamrin baru akan rampung awal tahun depan. Erick mengungkap hal itu disebabkan karena pandemi COVID-19.

"Sarinah sepertinya yang tadinya 10 November akan delay ke awal tahun depan," kata dia dalam acara Jatim Obah Bareng Erick Thohir secara virtual, Sabtu (17/7/2021).

Erick berharap Sarinah menjadi rumah budaya Indonesia, karena itu menjadi jejak awal Presiden Sukarno dalam membangun Sarinah sebagai pusat perbelanjaan pertama di Indonesia.

"Sarinah konsepnya sudah bagus berisi akan lokal brand. Offlinenya apa kita mau menjadi rumahnya budaya Indonesia, itu kan memang jejak Presiden Sukarno," kata Erick.

Sebagai informasi, sebelumnya Erick Thohir pernah mengungkap Gedung Sarinah akan direnovasi menjadi Indonesia friendly. Artinya, Gedung Sarinah akan menjadi tempat yang berpihak pada merek dan hasil usaha kecil dan menengah (UKM).

"Saya rasa Sarinah sebuah project yang diciptakan Pak Soekarno yang luar biasa. Sarinah hari ini harus ada Sarinah ke depan. Karena itu Pak Jokowi sendiri bersama saya mendiskusikan bagaimana supaya konsep ritel ini lebih friendly kepada Indonesia, artinya keberpihakan pada merek lokal dan hasil UKM yang dikuratorkan" katanya pada Jumat (8/5/2020).

Dia menjelaskan, Sarinah akan mengusung konsep Indonesia yang modern. Di dalamnya akan memuat tempat makan, belanja bahkan tempat terjadi kesepakatan dagang (trading area). Bukan hanya itu, Sarinah juga bakal diisi dengan tempat pelatihan, duty free hingga tempat berkumpulnya para startup atau perusahaan rintisan.

(fdl/fdl)