Harga Porang & Walet di Sulsel Tinggi, Petani Langsung Naik Haji

Angga Laraspati - detikFinance
Kamis, 22 Jul 2021 16:25 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat melakukan Kunker di pabrik pengolahan porang di Kabupaten Madiun, Kamis, 17 Juni 2021.
Foto: dok. Kementan
Jakarta -

Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan Syahruddin Alrif mengatakan berkat bantuan Kementerian Pertanian porang dan walet kini menjadi primadona di Sulsel. Bahkan, harga jual porang dan walet yang cukup tinggi membuat banyak petani yang naik haji.

Saat mendampingi kunjungan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu, Syahruddin mengatakan masyarakat Sulsel sebenarnya sudah lama memproduksi porang dan walet. Hanya saja waktu itu harganya tidak semahal sekarang.

"Saya mau menyampaikan bahwa di Pangkep tahun 2012 sudah menjual porang, hanya saja harganya murah, artinya masyarakat Pangkep sudah lama menanam porang. Dan sekarang harganya cukup tinggi, sehingga banyak petani yang naik haji gara gara menanam porang dan walet," kata Syahruddin dalam keterangan tertulis, Kamis (22/7/2021).

Karena itu, Syahruddin berjanji akan mendukung gerakan pemerintah untuk menghidupkan dan mengembangkan sektor pertanian Indonesia. Khususnya untuk komoditas porang dan walet.

"Hari ini gerakan tanam porang bersama Pak Menteri akan dimasifkan. Ini luar biasa dan berkah buat masyarakat Sulsel, khususnya masyarakat kabupaten Pangkep," imbuhnya.

Ia juga mengapresiasi upaya Kementerian Pertanian dalam mengembangkan komoditas porang dan sarang burung walet di luar pulau Jawa. Sehingga, menurutnya Indonesia saat ini memiliki unggulan ekspor yang bisa mendongkrak ekonomi nasional.

"Kami mewakili rakyat Sulsel mengucapkan terimakasih atas perhatian Bapak Menteri (Syahrul Yasin Limpo) yang telah mengembangkan porang dan SBW di Sulsel," ujar Syahruddin

Sebagai informasi, dan Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Kabupaten Pangkep mulai menggarap lahan porang di Kampung Celai, Kelurahan Balleangin, Kecamatan Balocci, Sulawesi Selatan.

Ada kurang lebih mencapai 550 hektar lahan porang yang digarap dari total 1000 hektare lahan yang disiapkan di 2 Kecamatan.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan tanaman porang adalah komoditas unggulan Indonesia yang memiliki potensi besar dalam membuat berbagai produk olahan siap ekspor. Oleh karena itu, Kabupaten Pangkep sebagai kabupaten subur akan diproyeksikan sebagai salah satu lumbung porang nasional.

"Karena itu saya mendorong Gubernur dan para Bupati agar bisa mengakselerasi porang lebih kuat lagi. Kenapa? sebab porang bisa menjadi beras, kosmetik, farmasi dll. Yang tidak boleh adalah melakukan ekspor umbinya melalui ciping atau setelah di modernkan," ungkap Syahrul.

Simak juga video 'Muhadjir: Mereka yang Simpan Dana Haji Dapat Manfaat dan Untung':

[Gambas:Video 20detik]



(ega/hns)