Mentan Dorong Petani Budidaya Porang dengan Teknologi Lebih Maju

Nurcholis Ma - detikFinance
Senin, 19 Jul 2021 15:40 WIB
Syahrul Yasin Limpo
Foto: Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mendorong bisnis tanaman porang dari budidaya sampai pascapanen dan industri. Hasil olahan porang biasa jadi produk diet dan pangan sehat, antara lain, mie dan beras shirataki.

"Kita mendorong agar para gubernur bersama para bupati mengakselerasi tanaman porang lebih kuat karena porang itu bisa menjadi beras, porang itu bisa menjadi kosmetik, bisa menjadi farmasi dan berbagai turunan yang ada," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (19/7/2021).

Pada kegiatan Gerakan Tanam Perdana Porang yang dilaksanakan di desa Baleangin, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Syahrul mendorong peningkatan penanaman porang bersama dengan Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau dengan menargetkan minimal 1.000 hektare pertanaman porang.

Salah satunya di Kecamatan Balocci yang memiliki potensi porang seluas 550 hektare karena merupakan salah satu kecamatan pegunungan yang cocok untuk pengembangan budidaya porang.

"Penanaman porang ini nanti akan dilakukan secara bertahap. Porang ini tidak gampang karena membutuhkan modal. Sesuai arahan presiden, kredit usaha rakyat atau KUR harus difasilitasi dan kita akan terus mendorong masyarakat untuk melakukan penanaman," ujar Syahrul.

Diungkapkannya, porang sudah ada di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan sejak 2012, namun petani mengambil dari hutan-hutan dan baru mulai berkembang sejak 2 tahun yang lalu. Selain itu, budidaya masih tradisional tanpa ada perlakuan khusus.

Oleh karena itu, Syahrul mendorong perbaikan dan peningkatan hasil porang dengan teknologi budidaya yang lebih baik seperti dengan pengolahan tanah, pemupukan organik.

"Pendirian industri olahan porang untuk pembuatan tepung dan beras porang diharapkan ke depannya dapat mengurangi sampai menutup impor beras shirataki dari luar," ucap Syahrul.

Sementara itu, Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau mengatakan masyarakat sudah diberikan bimbingan teknis dalam penanaman porang yang baik sehingga ia berharap masyarakat dapat melakukan beralih dari penanaman dengan metode tradisional.

"Untuk seluruh masyarakat saya berharap kita dapat meningkatkan perekonomian kita dengan pengembangan komoditas porang ini. Kalo bisa komoditi ini juga menjadi andalan kabupaten Pangkep," kata Yusran.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi mengatakan pengembangan budidaya porang di Provinsi Sulawesi Selatan melalui fasilitasi bantuan pemerintah dimulai pada tahun 2020 seluas 577 hektare meliputi bantuan seluas 13 hektare untuk pilot project/kebun bibit (Kabupaten Sidrap, Bantaeng dan Universitas Hasanudin) dan 564 hektare bantuan pupuk yang dialokasikan di 6 kabupaten.

"Tahun 2021 Provinsi Sulawesi Selatan mendapat alokasi kegiatan porang seluas 20 hektare di 11 Kabupaten diantaranya Kabupaten Soppeng, Sidenreng Rappang, Wajo, Sinjai, Barru, Maros, Bantaeng, Takalar, Bulukumba dan Luwu Utara dengan bantuan full paket benih dan pupuk," ucap Suwandi.

Meningkatnya penanaman porang dipicu oleh meningkatnya minat petani bercocok tanam porang karena adanya tingkat keuntungan yang memadai, berkembangnya industri olahan berbahan baku, serta didukung oleh kesesuaian lahan.

"Oleh karena itu saya harapkan kondisi seperti ini terus dipertahankan atau bahkan ditingkatkan sehingga di masa yang akan datang produksi porang Nasional akan terus berkembang tentu tanpa mengganggu pengembangan komoditas pangan lainnya," pungkas Suwandi.

(mul/dna)