Setiap Hari Ada Toko Ritel yang Tutup, Sudah 1.500 Kibarkan Bendera Putih

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 22 Jul 2021 16:47 WIB
Pandemi corona yang melanda dunia turut berdampak pada sektor ritel. Tak sedikit pusat perbelanjaan yang ditutup atau sepi pengunjung akibat COVID-19.
Ilustrasi/Foto: AP Photo
Jakarta -

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Roy N. Mandey mengungkap sudah ribuan toko ritel yang tutup pada 2020 dan ratusan toko ritel yang tutup di tahun ini. Hal itu tidak lepas dari dampak pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai.

Roy menjelaskan dengan data indikatornya bahwa pada 2020 ada 5-6 toko ritel yang tutup setiap harinya, jika ditotalkan kira-kira sudah ada 1.300 toko ritel yang tutup imbas pademi. Kemudian tahun ini, pada tiga bulan pertama ada 1-2 toko ritel yang tutup per harinya, sehingga totalnya sekitar 1.500.

"Jadi jika dihitung-hitung, pada 2020, sekitar 1.300 toko yang tutup. Kemudian pada 2021, tiga bulan pertama 88 toko swalayan yang tutup kalau ditambah dengan hingga hari ini 3 bulan lagi berarti sudah ada 200 toko swalayan yang tutup," jelasnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (22/7/2021).

Dengan kondisi tersebut, Roy pun memperkirakan kerugian yang didapat oleh pengusaha ritel setelah adanya penutupan kerugian pengusaha pun bisa miliaran.

"Kita ambil rata-rata saja ya satu minimarket dengan biaya franchise Rp 400-500 juta katakanlah jadi Rp 1 miliar, kemudian supermarket Rp 20-25 miliar, hypermarket Rp 30-35 miliar belum termasuk aset gedung. Kita hitung aja kalau kita ambil rata-rata 1.300 kali sebut 5 miliar kali 1.300 sudah berapa angkanya kerugiannya," ujar Roy.

Dia mencontohkan salah satu anggota APRINDO, Giant yang akan menutup seluruh gerainya hingga 31 Juli 2021. Menurut Roy total kerugiannya pun akan sangat signifikan nilainya.

Roy meminta pemerintah bisa memprioritaskan pengusaha ritel agar sektor ritel tidak mati bahkan berdampak pada usaha lainnya. Roy mengatakan jika ritel tutup maka juga berdampak pada pabrik makanan dan minuman yang juga akan terdampak.

"Dengan kata lain akan terdampak betapa besarnya multiplier effect nya, belum lagi pabrik makan minuman kalo ritelnya mati apakah mereka bisa hidup?," imbuhnya.

Simak juga video 'Pemerintah Gaji Rp 1 Juta ke Pekerja, Perusahaan Tak Boleh PHK':

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)