Beragam Jurus BI Pulihkan EkonomI RI dari Pandemi, Ampuh Nggak Nih?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 22 Jul 2021 16:53 WIB
logo bank indonesia
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pandemi COVID-19 membuat perekonomian nasional tertekan. Bank Indonesia (BI) berupaya untuk mendukung perbaikan ekonomi dengan mengoptimalkan bauran kebijakan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pihaknya melanjutkan kebijakan nilai tukar rupiah untuk menjaga stabilitas nilai tukar yang sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar. Selanjutnya menguatkan strategi operasi moneter untuk memperkuat efektivitas stance kebijakan moneter akomodatif.

"BI juga mendorong intermediasi melalui penguatan kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan penekanan pada perkembangan premi risiko dan dampaknya pada penetapan suku bunga kredit baru di berbagai segmen kredit," kata Perry dalam konferensi pers virtual, Kamis (22/7/2021).

Dia mengungkapkan BI juga memperkuat ekosistem penyelenggaraan sistem pembayaran melalui implementasi PBI PJP/PIP untuk simplifikasi dan efisiensi perizinan/persetujuan serta mendorong inovasi layanan sistem pembayaran.

Selanjutnya mempercepat dukungan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal, untuk penyaluran bantuan sosial (bansos) pemerintah dan mendukung efisiensi transaksi secara online.

Kemudian BI mendukung ekspor melalui perpanjangan batas waktu pengajuan pembebasan Sanksi Penangguhan Ekspor (SPE), dari semula berakhir 29 November 2020 menjadi sampai dengan 31 Desember 2022, untuk memanfaatkan momentum peningkatan permintaan negara mitra dagang dan kenaikan harga komoditas dunia.

Selain itu BI juga memfasilitasi penyelenggaraan promosi perdagangan dan investasi serta melanjutkan sosialisasi penggunaan Local Currency Settlement(LCS) bekerja sama dengan instansi terkait. Pada Juli dan Agustus 2021 akan diselenggarakan promosi investasi dan perdagangan di Jepang, Amerika Serikat, Swedia, dan Singapura.

BI terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk implementasi lebih lanjut paket kebijakan terpadu KSSK dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan dan meningkatkan kredit/pembiayaan kepada dunia usaha pada sektor-sektor prioritas, termasuk UMKM.

"Bank Indonesia juga meningkatkan koordinasi kebijakan dengan Pemerintah dan instansi terkait untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk koordinasi kebijakan moneter - fiskal, kebijakan untuk mendorong ekspor, serta inklusi ekonomi dan keuangan," ujar dia.

Lihat juga video '6 Indikator Ini Tunjukkan Ekonomi Indonesia Mulai Pulih':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/ara)