Inggris Buat Deal-dealan Perdagangan Baru dengan RI

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 22 Jul 2021 19:00 WIB
The union flag flies over the Houses of Parliament in Westminster, in central London, Britain June 24, 2016.     REUTERS/Phil Noble
Foto: REUTERS/Phil Noble
Jakarta -

Pemerintah Inggris meluncurkan aturan perdagangan baru untuk negara lain termasuk Indonesia di dalamnya. Aturan baru tersebut tercantum dalam Skema Perdagangan Negara Berkembang Inggris (DCTS).

Menteri Perdagangan Internasional Liz Truss mengatakan, secara fundamental, perdagangan mampu memberdayakan banyak orang dan perdagangan juga berkontribusi lebih baik untuk mengangkat jutaan orang di seluruh dunia keluar dari kemiskinan.

"Sekarang Inggris adalah negara perdagangan yang independen, kami memiliki peluang besar untuk melakukan berbagai hal secara berbeda, mengambil pendekatan yang lebih liberal dan pro-perdagangan, yang mengarah pada pertumbuhan dan peluang," ujar Truss dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/7/2021).

Lebih lanjut, DCTS ini akan berlaku bagi 70 negara yang telah memenuhi ketentuan seperti tarif yang lebih rendah dan persyaratan aturan yang lebih sederhana untuk negara-negara yang mengekspor ke Inggris. Negara-negara tersebut memungkinkan untuk mendiversifikasi ekspor mereka dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Sebagai negara perdagangan independen, saat ini Inggris dapat mengambil pendekatan yang lebih sederhana dan berbisnis dengan negara-negara berkembang. Ke depan, skema baru ini akan memberikan peluang dengan birokrasi yang lebih sedikit bagi negara berkembang.

Misalnya, dengan menyederhanakan persyaratan aturan asal barang atau mengurangi tarif impor. Contoh kasus, penurunan tarif untuk berbagai produk seperti beras dari Pakistan dan sepatu olahraga dari Nigeria.

Secara terpisah Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Rob Fenn mengatakan, skema DCTS ini menandakan keinginan Inggris untuk mempromosikan perdagangan bebas dan adil secara global, serta menunjukkan komitmennya kepada Indonesia melalui masuknya pasar ke Inggris.

Perdagangan bilateral antara Inggris dan Indonesia mencapai £3 miliar atau setara dengan Rp 59 triliun, dan investasi ke Indonesia dari Inggris adalah £7,1 miliar, setara Rp139 triliun pada tahun 2019.

"Menjadikan kami investor Eropa terbesar kedua di Indonesia, dan hal ini telah menciptakan 1 juta lapangan kerja di Indonesia. Fakta tersebut menunjukkan bahwa ada kesempatan untuk pertumbuhan," ujar Fenn

Lebih lanjut, Fenn mengatakan, Indonesia adalah mitra dagang terbesar ke-52 Inggris, setidaknya menempati ranking 30 lebih rendah dari yang seharusnya bisa dicapai.

"Meningkatkan perdagangan adalah sebuah kesempatan yang menguntungkan kedua negara dan dengan ambisi itu, kami telah membentuk Komite Gabungan Ekonomi dan Perdagangan dengan Pemerintah Indonesia, untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang dapat kami ambil untuk meningkatkan perdagangan," jelasnya.



Simak Video "Aktivis Nigeria Peringati Hari Anti Perdagangan Manusia Sedunia"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)