Tinggal Selangkah Lagi Perdagangan RI-China Tak Pakai Dolar AS

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 22 Jul 2021 17:14 WIB
Neraca perdagangan pada Oktober 2017 tercatat surplus US$ 900 juta, dengan raihan ekspor US$ 15,09 miliar dan impor US$ 14,19 miliar.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan telah merampungkan seluruh persyaratan maupun teknis operasional antara China dan Indonesia. Indonesia telah sepakat membentuk kerja sama untuk mendorong penggunaan mata uang lokal dalam penyelesaian transaksi perdagangan bilateral dan investasi langsung atau local currency settlement (LCS).

Kesepakatan ini telah diteken pada September tahun lalu. LCS diharapkan bisa memberikan kontribusi positif dalam mendorong penggunaan mata uang lokal untuk penyelesaian perdagangan dan investasi langsung antara kedua negara.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan bahkan bank sentral sudah menunjuk bank dan mekanisme teknis sudah diselesaikan.

"Kami sudah sosialisasi LCS antara China dan Indonesia dengan kementerian/lembaga dan dunia usaha untuk mendukung ekspor dan memanfaatkan peluang ekspor ke China," kata dia dalam konferensi pers, Kamis (22/7/2021).

Perry mengungkapkan operasional atau implementasi ini disatukan dengan program pendalaman pasar keuangan. Dengan demikian, bank-bank yang disepakati dan ditunjuk LCS ini tak hanya memfasilitasi perdagangan dan investasi yuan dan rupiah tapi juga diarahkan untuk diimplementasikan program pendalaman pasar uang.

"Jadi tidak hanya untuk menggunakan transaksi, tapi bagaimana mekanisme ini bisa mendukung valuta asing rupiah-yuan di dalam negeri. Berbagai program pendalaman pasar tidak hanya investasi PMA, bahkan juga disatukan program pendalaman pasar uang sesuai dengan blueprint 2025," jelas dia.

Lihat juga video 'Pemalsu Dolar AS di Bekasi Sudah Edarkan Uang Senilai Total Rp 78 M':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/ara)