Kemenhub Evakuasi Jenazah ABK WNI yang Kerja di Kapal China

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 22 Jul 2021 20:30 WIB
Kemenhub Evakuasi Jenazah WNI ABK Kapal China
Foto: Dok. Kemenhub
Jakarta -

Kementerian Perhubungan dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Uban telah melakukan evakuasi jenazah Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Kapal berbendera China yakni Kapal Taihong 6. Proses evakuasi dilakukan pada 21 Juli.

Kepala Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Uban Capt. Handry Sulfian mengungkapkan usai Hari Raya Idul Adha pihaknya mendapat tembusan Surat dari Kementerian Luar Negeri perihal Permohonan bantuan repatriasi jenazah ABK WNI a.n. Riki Ansiah Samosir melalui Jalur laut ke Batam. ABK tersebut sebelumnya bekerja pada Kapal Taihong 6.

"Kemudian kami berkoordinasi dengan BASARNAS Pusat dan Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) terkait evakuasi jenazah ABK kapal berkebangsaan WNI tersebut. Atas instruksi Direktur KPLP, Ahmad kami juga berkoordinasi dan bersinergi dengan instansi terkait di Kepulauan Riau," ungkapnya, Kamis (22/7/2021).

Dalam proses evakuasi, Kepala Subsie Operasi diperintahkan langsung untuk mengerahkan kapal patroli KN. KALIMASADHA P.115 beserta kru untuk menuju lokasi penjemputan jenazah di Perairan Batu Ampar.

"Pada pukul 18.30 WIB, kapal patroli KN. Kalimasadha P.115 WD di lambung kiri Kapal Taixiang 6 pada posisi 01 10. 381 N/103 58.838 E dan melakukan proses Evakuasi jenazah Ke KN. Kalimasadha - P.115 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan tepat pukul 19.00 WIB kapal patroli KN. Kalimasadha P.115 WA dari kapal Taixiang 6," lanjut Capt. Handry.

Tepat pukul 19.30 WIB kapal patroli KN. Kalimasadha P. 115 Sandar di Pelabuhan Batu Ampar dan jenazah dibawa menggunakan ambulans dari Polresta Barelang untuk ditangani lebih lanjut.

"Kegiatan ini tidak akan berhasil bila tidak adanya koordinasi yang baik dengan Instansi terkait di lapangan yaitu KSOP Khusus Batam, Polair Baharkam dan Batam, INAFIS Polresta Barelang, Karantina, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Basarnas, dan Imigrasi," tutupnya.

(kil/ara)