Terpopuler Sepekan

Jusuf Hamka Blak-blakan Kartel Kremasi hingga Diperas Bank Syariah

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 24 Jul 2021 11:15 WIB
Jusuf Hamka, pebisnis dan pegiat sosial
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pengelola satu-satunya krematorium terbesar dan berizin di Jakarta, Jusuf Hamka turun tangan untuk perangi ulah oknum sejumlah krematorium yang menetapkan harga Rp 20-80 juta. Ia mematok biaya kremasi Jenazah COVID-19 hanya Rp 7 juta.

"Biaya Rp 7 juta itu masih dapat untung kok, kenapa harus sampai puluhan juta. Keterlaluan sekali mengambil keuntungan di tengah duka keluarga. Padahal saya tahu izin mereka itu sebetulnya cuma sementara," kata Jusuf Hamka dalam acara Blak-blakan detikcom, dikutip Sabtu (24/7/2021).

Pembina Yayasan Daya Besar Krematorium Cilincing, Jakarta Utara, itu mengatakan sebenarnya harga normal kremasi jenazah Rp 4-5 juta.Namun, khusus jenazah mantan pasien COVID-19 lebih mahal Rp 2 juta.

Jusuf Hamka mengungkapkan, penambahan harga itu arena biaya tambahan seperti untuk disinfektan, APD, dan honor tambahan petugas karena harus bekerja di malam hari. Dia ternyata juga memberikan gratis untuk keluarga tidak mampu.

"Tapi kalau keluarga tidak mampu tinggal bawa surat keterangan akan saya gratiskan," ujar.

Dia sempat mengancam akan menggratiskan semua jenazah COVID di krematorium Cilincing bila kartel kremasi tak tobat dan memasang tarif tak wajar. Setelah ancaman itu terlontar dari dirinya, pada Kamis pagi kemarin dia mendapat kabar tarif kremasi sudah normal.

Yang paling mencengangkan Jusuf Hamka mengungkapkan bahwa dirinya pernah diperas oleh manajemen Bank Syariah. Dia bercerita, pemerasan bermula ketika dirinya berniat melunasi utang-utang sejumlah perusahaannya, dan menyetorkan dana Rp 800 miliar.

"Saya minta keringanan bunga ditolak, waktu mau lunasi utang juga ditolak. Eh, pas saya minta balikin tuh duit ditahan Rp 120 miliar dengan alasan ini-itu. Intinya saya mau diperas oleh mereka dan saya sudah laporkan ke polisi. Saya tak akan mundur," katanya

Karena mendapatkan pengalaman seperti itu Jusuf Hamka tegas menyebut bahwa Bank Syariah pada praktiknya ternyata lebih kejam dari bank konvensional.

"Kalau pengusaha sekelas saya aja dikerjain, bagaimana saudara kita yang di bawah. Saya akan buktikan bahwa ini zalim," tegasnya.

(das/das)