Stok Beras 10,6 Juta Ton, Pasokan hingga Akhir Tahun Dipastikan Aman

Angga Laraspati - detikFinance
Sabtu, 24 Jul 2021 17:37 WIB
Mentan Saat Meninjau Panen
Foto: Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan stok beras hingga akhir tahun dalam kondisi aman. Hal ini berdasarkan data BPS yang telah diolah Kementan yang menyebut produksi beras bulan Juni mencapai 2,59 juta ton, ditambah stok yang ada menjadi 10,6 juta ton, dan stok akhir Desember 2020 diproyeksikan capai 9,6 juta ton.

"Dari data yang ada alhamdulillah bagus, artinya kesiapan kita, stok beras kita secara nasional dalam kondisi yang baik dan mencukupi, dan hari ini kita panen, dan kita buktikan di lapangan," ungkap Syahrul dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/7/2021).

Saat melakukan monitoring areal persawahan dan panen padi di Desa Suka Asih, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Syahrul mengatakan pihaknya telah secara optimal melakukan upaya pemenuhan pangan terlebih di masa pandemi saat ini. Peningkatan produksi ia lakukan dan berupaya untuk memvalidasinya di lapangan, mulai dari percepatan Musim Tanam-II, pemberian bantuan kepada petani, penyerapan gabah secara maksimal hingga penanganan pasca panen.

"Upaya ini juga dalam rangka menjabarkan perintah Bapak Presiden untuk semua menteri tidak hanya menerima laporan dan mendapatkan data, tetapi harus di lapangan, untuk validasi data pangan yang ada, khususnya data padi kita," jelas Syahrul.

Syahrul memastikan dengan adanya panen raya dan percepatan tanam di berbagai wilayah, kebutuhan beras masyarakat mampu dipenuhi dari produksi dalam negeri meski di tengah pembatasan akibat pandemi. Dengan adanya potensi panen di berbagai daerah, pihaknya bersama dengan Bulog dan pemerintah daerah akan berupaya maksimal menyerap gabah petani.

"Saya yakin pangan kita aman, kita ada perhitungan yang jelas kapan masa panen dan masa tanam, daerah mana saja, dan kita lakukan akselerasi, percepatan bersama pemerintah daerah, cadangan beras juga cukup banyak baik yang ada di pengendalian langsung Bulog, penggilingan dan penanganan pemerintah daerah," ujar Syahrul.

Senada, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi mengungkapkan saat ini beberapa wilayah di Indonesia tengah memasuki waktu panen. Di Kabupaten Bekasi misalnya diprediksi sepanjang Juli ini akan panen hingga 4.458 ha dengan estimasi produksi hingga 26.748 ton GKG.

"Di lokasi panen ini saja ada 50 hektare yang siap panen, dengan varietas inpari 32 produktivitas di sini bisa mencapai 6 ton GKP/ha, se-Kabupaten Bekasi Potensi panen di Agustus nanti bisa sampai 6.989 hektare, dengan estimasi produksi 41.935 ton GKG, dan tercatat serapan Bulog hingga bulan ini mencapai 150 ton," urai Suwandi.

Sebagai informasi, acara monitoring oleh Syahrul sekaligus panen ini juga dirangkai dengan penyerahan bantuan untuk mendukung aktivitas produksi petani di Kabupaten Bekasi. Sejumlah bantuan prasarana dan sarana pertanian yang diberikan berupa bantuan benih dan combine harvester.

(ncm/ega)