Pengusaha Kritik Keras Seruan Demo 'Jokowi End Game' yang Bikin Heboh

Siti Fatimah - detikFinance
Minggu, 25 Jul 2021 09:26 WIB
Situasi terkini di kawasan Istana Negara dan Glodok, tak ada massa demo Jokowi End Game, Sabtu (24/7/2021).
Foto: (Dok.detikcom)
Jakarta -

Rencana demo 'Jokowi End Game' yang dikabarkan akan terjadi pada Sabtu (24/7) hingga malam hari tak nampak sama sekali. Polisi pun menilai rencana demo itu hoax dan akan mencari pelaku penyebar aksi tersebut.

Lalu bagaimana respons pengusaha atas kegaduhan seruan demo 'Jokowi End Game' tersebut? Para pengusaha berpendapat, dalam kondisi sulit terdampak pandemi COVID-19 seharusnya jangan ada kabar yang membuat masyarakat panik dan cemas.

Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengatakan, di tengah tekanan ekonomi yang terkontraksi, berbagai pihak harus saling bekerja sama untuk menekan angka penyebaran COVID-19 kemudian segera beralih pada upaya pemulihan ekonomi.

"Dalam kondisi seperti ini kita butuh situasi dan kondisi yang kondusif, tenang, nyaman dan sejauh mungkin menghindari informasi yang menimbulkan kepanikan atau kecemasan bagi masyarakat, pelaku usaha dan para investor," kata Sarman kepada detikcom, Sabtu (24/7/2021).

Menurutnya, Kemenkominfo dan Badan Siber harus lebih pro aktif dalam melakukan pengawasan terhadap konten-konten aplikasi yang menyebarkan kabar bohong. "Jangan sampai isu-isu COVID-19 ini dibawa-bawa ke ranah kepentingan politik, sangat tidak relevan dan tidak nyambung di tengah tekanan ekonomi yang teramat berat," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani. Dia mengatakan, seruan demo tersebut berbeda dengan yang terjadi di Bandung dan Jawa Timur.

"Kalau melihat demo ini kan sebetulnya memikirkan hal yang sama tentang PPKM. Nah tapi kalau udah terus end game menurut saya sih lebih banyak politiknya ya," kata Hariyadi.

Seharusnya, kata dia, seluruh elemen masyarakat bergotong royong mengatasi pandemi. Apalagi saat ini, kata dia, pemerintah masih lamban dalam pemberian vaksinasi dan penyaluran obat.

"Kita harus bantu, jangan cuman ribut komplen aja, kita harus mengambil peran. Contohnya kalau kami di sektor pelaku usahanya, kita bantu vaksinasi, menyiapkan oksigen, melancarkan distribusi obat, bahkan beberapa temen membangun rumah sakit darurat. Kalau masyarakat perannya paling tidak menjaga dirinya sendiri jangan sampai dia kena," imbuhnya.

Ketua Umum Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja juga menambahkan, pemerintah harus tegas dan tak boleh ragu dalam penegakan peraturan. Dia mengatakan, kegaduhan seperti hoax demo 'Jokowi End Game' ini seharusnya dapat hindari dengan tindakan maksimal dari pemerintah kepada masyarakat.

"Tentunya dikarenakan masalah sekarang ini adalah banyak sekali terkait dengan kemanusiaan maka tindakan pemerintah dimaksud harus dibarengi atau diimbangi dengan perhatian penuh dan tindakan maksimal atas berbagai pemenuhan kebutuhan dasar rakyat. Jika tidak ada keseimbangan maka tentunya dapat menimbulkan berbagai kegaduhan yang semestinya dapat dihindari," tutur Alphonzus.

(zlf/zlf)