Daftar Orang Hebat RI di Luar Negeri yang Dirayu Pulang Kampung

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 25 Jul 2021 15:42 WIB
Indra Rudiansyah
Foto: Dok. YouTube Deutsche Bank


2. Sri Mulyani Indrawati

Sri Mulyani Indrawati kembali menjadi menteri keuangan di era Presiden Jokowi. Ia pernah menduduki jabatan yang sama di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sebelum menjadi menteri Jokowi, ia dipercaya sebagai Managing Director World Bank. Ia kemudian melepas jabatan tersebut setelah mengembannya selama 6 tahun.

Sri Mulyani mengungkapkan, alasan dirinya kembali ke Tanah Air karena ingin berbakti kepada negara.

"Tugas Menkeu adalah penting. Kenapa saya kembali ini adalah kepercayaan sekaligus penghormatan bagi saya pribadi. Menjalankan tugas membaktikan semua yang saya miliki demi perbaikan di Kemenkeu dari sisi pengelolaan fiskal. Tujuannya untuk menunjang pertumbuhan ekonomi," kata Sri Mulyani, ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Ia pun mengaku sudah menyiapkan program yang akan segera dijalankannya dalam jangka pendek dan jangka panjang sebagai Menteri Keuangan.

"Prioritas, saya rasa yang paling penting sekarang koordinasi di dalam keseluruhan APBN, dari sisi perencanaan penganggaran dengan seluruh Kementerian dan Lembaga, untuk meyakinkan APBN jadi instrumen untuk stimulasi ekonomi," kata dia.


3. Arcandra Tahar

Arcandra Tahar sudah lebih dari 20 tahun menjadi profesional di bidang migas di Amerika Serikat (AS). Ia dipanggil pulang oleh Presiden Jokowi untuk menjadi menjadi Menteri ESDM menggantikan Sudirman Said.

"Pak Candra Tahar, selamat datang di Kementerian ESDM. Background Bapak sangat kuat, kita bersyukur mendapat pemimpin baru untuk melakukan pembenahan di sektor ESDM. Kita ingin terus melanjutkan ini. Sekali lagi selamat datang, selamat bekerja untuk yang terbaik bagi bangsa," kata Sudirman dalam sambutannya saat menyerahkan jabatan di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Arcandra mengungkapkan, dirinya dipanggil pulang ke Tanah Air oleh Jokowi untuk mengemban tugas berat memimpin sektor ESDM. Meski berat, amanah itu diterimanya karena merupakan tugas negara.

Arcandra meminta dukungan dari semua pihak, terutama jajaran Kementerian ESDM, agar dapat menjalankan tugas sebagai Menteri ESDM dengan baik.

"Saya dipanggil pulang setelah lebih dari 20 tahun menetap di AS. Saya menyadari begitu berat tapi saya yakin dengan jajaran ESDM Insya Allah tugas ini bisa menjadi lebih ringan," ujarnya.

Meski begitu, ditunjuknya Arcandra juga bukan tanpa kontroversi. Ia kemudian diberhentikan karena polemik paspor AS. Arcandra tercatat sebagai menteri dengan masa kerja terpendek dalam sejarah yakni 20 hari.


(acd/dna)