Sederet Jebolan UI yang Jadi 'Jagoan' Ekonomi di RI

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 25 Jul 2021 22:30 WIB
Kampus Universitas Indonesia (dok. Istimewa)
Foto: Kampus Universitas Indonesia (dok. Istimewa)

Selain menjadi pejabat, lulusan UI ada juga yang masih menekuni bidang akademis dan menjadi ekonom. Faisal Basri salah satunya. Bahkan sampai sekarang pun masih mengajar alias menjadi dosen di Fakultas Ekonomi Bisnis UI.

Pria yang dikenal dengan kritiknya yang keras ini menyelesaikan gelar sarjananya di UI pada tahun 1985, dia merupakan jebolan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Kemudian dia melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat, dan mendapatkan gelar Master of Arts bidang ekonomi dari Vanderbilt University pada tahun 1988.

Faisal Basri pernah diamanatkan menjadi Ketua Jurusan ESP (Ekonomi dan Studi Pembangunan) FEBUI pada 1995-1998, lalu Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas Jakarta di tahun 1999-2003. Dia juga menjadi salah satu pendiri lembaga think tank Institute for Development of Economics & Finance (Indef) pada 1995.

Namanya makin dikenal ketika diminta menjadi Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas oleh Menteri ESDM yang kala itu dipimpin Sudirman Said pada tahun 2014. Dia mengemban tugas untuk melakukan reformasi tata kelola minyak dan gas. Faisal menjadi salah satu tokoh yang membongkar praktik mafia migas.

Di dunia bisnis, jebolan UI juga tak kalah harum namanya. Salah satu tokoh kenamaan lulusan UI yang jadi pengusaha adalah Chairul Tanjung. Uniknya, di UI dia tidak mempelajari ekonomi atau bisnis melainkan kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi. Chairul kuliah di UI mulai dari tahun 1981 dan lulus 1987.

Meski kuliah kedokteran, bakat berbinisnya justru terasah saat jadi mahasiswa. Ketika kuliah dia mencoba banyak usaha. Tapi kuliahnya pun tetap berjalan dengan baik, bahkan mendapat penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional 1984-1985.

Berbagai usaha dilakukannya demi memenuhi kebutuhan kuliah. Mulai dari berjualan buku kuliah, kaos, dan fotokopi di kampus. Pria yang juga akrab disapa CT ini juga pernah mendirikan sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen, Jakarta Pusat.

Singkat cerita kini dia merupakan pendiri dan pemimpin CT Group, konglomerasi bisnis yang terdiri dari berbagai unit usaha. Mulai dari ritel, keuangan, media, hingga properti.


(hal/dna)