Erick Thohir Perketat Penyaluran Obat Terapi COVID-19: Biar Tidak Ditimbun

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 26 Jul 2021 14:11 WIB
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan akan terus meningkatkan produksi obat terapi COVID-19. Sejalan dengan itu, pihaknya akan memperketat distribusi di lapangan.

Langkah ini untuk mencegah oknum yang melakukan penimbunan obat. Cara yang ditempuh ialah membatasi pembeli obat dan harus sesuai dengan resep dokter.

"Jadi secara produksi akan terus kita tingkatkan, tentu bagaimana kita jaga di lapangannya juga kita perketat sehingga tidak ada penimbunan. Jadi ketika mereka membeli itu memang kita kuotakan dan sesuai resep dokter," katanya dalam konferensi pers, Sein (26/7/2021).

Pihaknya ingin mengantisipasi celah bagi orang yang ingin melakukan pembelian jumlah besar. Maka dari itu, pihaknya memperketat penyaluran lewat apotek dan tempat lain.

"Karena takutnya kadang-kadang ada loophole, kembali tidak menyalahkan siapa-siapa. Misalnya tiba-tiba ada satu orang bisa membeli dengan jumlah yang besar, itu yang kita sekarang coba jaga di apotek ataupun sesuai dengan kebutuhan daripada rumah sakit ataupun Kementerian Kesehatan," terangnya.

Erick merinci, adapun total produksi obat terapi hingga Septermber 2021 yakni azitromisin hampir 13 juta, zinc hampir 15 juta, paracetamol 30 juta, vitamin C 77 juta, ambroxol 26 juta, vitamin D3 20 juta, oseltamivir 32 juta, dan favipiravir 83 juta.

"Kita sekarang secara produksi inline, bahan baku juga terkontrol tapi ini yang saya sampaikan angka-angka yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan BUMN di luar swasta," katanya.

(acd/zlf)