Ya Ampun! Begini Kronologi Dana 400 Investor Tanijoy Diduga Raib Rp 4 M

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 26 Jul 2021 15:40 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto

15 April 2020

Nanda memberikan surat pernyataan kembali ke pendana atau investor Tanijoy, terkait masalah yang masih dihadapi yakni pencairan dana. Dalam surat ini Nanda menyampaikan permohonan maaf karena sulit dihubungi oleh pihak pendana.

Nanda mengaku bahwa perusahaannya tengah melakukan restrukturisasi yang berdampak pada pengurangan karyawan, sehingga hanya dua orang karyawan yang tersisa. Kemudian Nanda juga mengaku tengah mengalami kesulitan dana karena pendanaan hanya dari platform fee saja dan dalam satu tahun terakhir tidak ada proyek.

"Tanijoy mengalami kesulitan keuangan. Pendapatan utama Tanijoy saat ini adalah perdagangan komoditas pertanian dengan berperan sebagai perantara," kata dia.

7 Mei 2021

Founder Tanijoy mengadakan sebuah virtual meeting dengan 72 orang pendana (lender) dengan topik Klarifikasi dan Komunikasi Kesepakatan Tanijoy dan Lender. Dalam meeting ini Nanda mengungkapkan permohonan maafnya kepada pendana karena kurangnya respons dari pihak Tanijoy.

Dalam kesempatan itu dia mengumumkan proyek yang sudah selesai senilai Rp 19 miliar dari 756 petani, dari total tersebut sebanyak Rp 14 miliar disebut telah diselesaikan, sisa Rp 5 miliar masih menjadi outstanding dan Rp 3,9 miliar menjadi withdrawal yang terhambat.

Selain itu diumumkan juga proyek yang belum selesai karena beberapa masalah, pertama gagal panen atau rugi, petani yang kurang responsif, dan SDM Tanijoy yang terbatas.

Pihaknya pun mengatakan akan melakukan mediasi dalam masalah ini, antara pendana, Tanijoy, dan petani, biaya dalam mediasi ini katanya akan ditanggung oleh Tanijoy, kecuali biaya penyelesaian hukum. Dalam melakukan mediasi pihaknya akan memfasilitasi penasihat hukum.

18-26 Juli 2021

Investor menduga Tanijoy telah membawa lari uang Rp 4 miliar milik investornya karena tidak ada kejelasan atas pencairan proyek yang sudah selesai. Pendana juga menduga laporan proyek selama 2020-2021 dimanipulasi, hingga projek yang disebutkan merupakan projek fiktif. Hal-hal tersebut dirilis dalam siaran pers di bawah naungan Himpunan Lender Tanijoy.

Ketua I Himpunan Lender Tanijoy, Fadhil, mengatakan sudah banyak dialog antara pihak investor Tanijoy dengan Co-Founder & Chief Executive Officer, M. Nanda Putra. Tetapi hingga awal Juni 2021 lalu pihak Tanijoy disebut mulai susah dihubungi.

"Bahkan sejak kontak terakhir awal Juni lalu jadi sulit untuk dikontak. Sepertinya sudah mulai menghindar," ujar dia

Laporan soal dugaan raibnya 400 investor Tanijoy juga viral d Twitter yang bercerita bahwa dirinya curiga bahwa Tanijoy merupakan platform investasi bodong karena banyak review yang dia lihat di Google dan Instagram Tanijoy.


(ara/ara)